Rabu, 30 September 2015

BAB 2

DINAMIKA PERKEMBANGAN
STUDI ISLAM

A. SEJARAH AWAL STUDI ISLAM 

Awal pertumbuhan islam pada massa hidup Nabi Muhammad SAW. praktek pada masa Nabi untuk memahami ajaran islam dalam bentuk khutbah, dalam bentuk dialog dan bentuk forum-forum diskusi tempat yang digunakan di masjid (halqah dan ribath).

Dicatat oleh Azra dari sisi kelembagaan, studi islam mengalami perkembangan di rumah-rumah para alim sistem khuttab, berkembang ke masjid-masjid dan berlanjut sistem madrasah.
Menurut Stanton, Khuttab menjadi dua yaitu Khuttab Sekuler diajarkan tata bahasa dan Khuttab Agama diajarkan khusus materi agama.

Aspek penting studi islam adalah perpustakaan dengan beberapa nama yaitu Dar (rumah), Bayt (rumah), dan Khizanah (gudang) digabungkan kata Al-'ilm (pengetahuan), Al-Hikmah (Kebijaksanaan), dan Ak-kutub (buku).

Berkembangnya Studi Islam di barat di tandai penyalinan manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad 13 masehi hingga bangkitnya zaman bangunan (Renaissance)  pada abad ke-14.

Penyalinan naskah ini adalah terbukanya perkembangan cabang-cabang ilmiah di barat. menimbulkan perdebatan secara luas, penyalinan naskah terus berlanjut tanpa bisa dihentikan. Kajian ini Kontroversial memengaruhi terhadap kajian islam yaitu Orientalisme.

B.  STUDI ISLAM DI BARAT

Hary A. Peeze mahasiswa Indonesia pertama melakukan studi di barat. studi di barat masa itu lebih dilatar belakangi oleh kepentingan politis pemerintahan kolonial belanda dan orang indonesia, pertama kali melakukan studi islam M. Rasjidi. tokoh penting lain adalah Harun Nasution menempuh pendidikan di Kairo dan di Kanada lebih tepatnya lagi di McGill.

Harun Nasution dengan pemikiran keislaman dikenal sarjana yang sangat konssisten menyuarakan pluralistic approach ( pendekatan beraneka ragam ). cara berpikir umat untuk menghargai perbedaan.

Harun sangat intens mengembangkan studi islam sebagai centre of exellence ( pusat keunggulan ). harun mengubah sistem kuliah menjadi diskusi, membiasakan budaya menulis ilmiah.

Kepergian Mukti Ali ke Kanada dilandasi oleh keinginannya mencari apa yang dia rasakan sebagai kelemahan dari studinya di pakistan yaitu lemahnya Metodologi.

Jumat, 18 September 2015

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Pada pertemuan ketiga ini membahas tentang Pendekatan, Metode, Metodologi dan Tujuan Studi Islam dan ada 2 orang presentasi setelah itu membahas hasil presentasi itu. 

Tugas Skripsi:
-Cara mengamati Penelitian adalah observasi
-Wawancara
-Dokumentasi 


Menjelaskan bahwa:
Pendekatan misalnya saja  ketika kita mengerjakan skripsi dan berwawancara dengan narasumber, saat kita tanya sangat aktif sekali untk menanggapi jawaban yang telah kita utarakan.
Metode dengan kita berwawancara dengan narasumber, kita sudah mengajukan pertanyaan tapi narasumber ini masih saja pasif tidak menjelaskan secara rinci. 
Metodologi adalah cara yang lebih terperinci mengenai tahap -tahap penelitian.
 Teknik dan Riset sama dengan strategi ,misalnya saja sebelum wawancara berfikir bagaimana menanyakan agar bisa jaga jarak. apa dengan merekam, daya ingat atau mencatat. (Berfikir cara wawancara disebut Teknik.)
Mengenai pernyataan diatas ada juga pembahasan lain tentang point-point penting:
Aristoteles yaitu filosof dunia ( teori  ). dengan teori-teori masih konsep.
Francis Bacon & Roger Bacon ( Metodologi ). menghasilkan cara atau inovasi.

Banyak produk-produk dari eropa yang awal mulanya pencetus pertama penemuan, seperti saja Laptop waktu dulu yang beratnya dulu 5 kg  dan orang asia pun membuat kreasi khususnya china dan jepang melakukan  perubahan  lebih mudah dibawa kemana-mana, agar lebih praktis.
"Inovasi dapat dihancurkan oleh Kreasi"
sebenarnya indonesia juga bisa tapi ada faktor penghambat untuk memulai diantara lain:
-Indonesia  relatif putus asa
-Indonesia mental instan
-Indonesia tidak berpikir metodologis
-Tidak yakin

Maka dari itu , sebagai anak muda penerus bangsa kita menyadari kemampuan kita dimana dan tujuan kita apa dan juga kita yakini dengan proses entah itu cepat atau lama jalani saja akan membuahkan hasil nantinya percayalah dan tekunilah.....................

"Tidak genius tidak apa-apa jadilah di atas Rata-Rata"
Dan juga perlu diingat:
Akidah ~ ibadah (harga mati) tidak bisa  ditawar sepanjang kita beralasan tidak boleh ditawar.
Muamalah ~ kita memahami hakikat islam. kita dilarang fanatik.

Rabu, 16 september 2015

Jumat, 11 September 2015

CARA METODE RESUME

CARA METODE RESUME

Hari rabu saat itu di mulai dengan hasil presentasi yang cukup berjalan alot dengan topik yang telah ditentukan yaitu masih bab pertama mengenai pengertian studi islam dan obyek studi islam udah 4 anak telah memberikan hasil presentasinya, namun masih ada yang kurang karena cara meresume ada yang benar memahami sebuah bacaan point point penting saja  dan pak dosen pun menjelaskan cara meresume atau bisa dikata akademik reading . 
( ''-___-'')
Yang saya dapatkan adalah membaca terlebih dahulu setiap paragraf  dan memahami sebuah bacaan serta menandai point-point penting yang berkaitan yang kita mau presentasikan. tidak perlu panjang-panjang karena kalau kita menemukan sebuah kata penting kita bisa kembangkan. dan yang terpenting kita bisa memahami bacaan tersebut.
09 september 2015


Selasa, 08 September 2015

BAB 1


A. PENGERTIAN STUDY ISLAM

Istilah studi islam dalam bahasa inggris adalah islamic studies dan dalam  bahasa arab adalah dirasat al -islamiyyah. kata studi memiliki berbagai pengertian . rumusan Lester grow dan Alice grow adalah kegiatan secara sengaja diusahakan maksud untuk memperoleh keterangan , mencapai pemahaman yang lebih besar atau meningkatkan suatu ketrampilan.

Sementara mohammad hatta mengartikan studi untuk mengerti kedudukan masalahnya , mencari pengetahuan di dalam hubungan sebab akibat . bukan menghafalkan dan menerima siapa saja dibentangkan orang lain, melainkan memahaminya dengan pikiran yang kritis.
Keterangan diuji benarnya di atas dua macam batu ujian : benarkah logikanya dan sesuaikah ia dengan kenyataan? kemudian, kenyataaann itu sendiri menjadi soal.

Perkembangan pendapat tentang suatu masalah dengan mencari keterangan tentang apa yang menjadi sebab dimana letaknya perlainan pendapat itu dari masa ke masa dari ahli ke ahli. kata islam berasal dari kata aslama yang berarti patuh dan berserah diri. orang yang menyatakan dirinyaislam atau berserah diri ,tunduk dan patuh kepada kehendak penciptanya disebut Muslim. kedamaian akan tercipta dengan adanya penyerahan serta kepatuhan (Islam) kepada sang pencipta.

Salah satu rumusan definisi islam adalah Wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.sebagaimana terdapat dalam AL-QUR'AN dan AL-SUNNAH, berupa undang-undang serta aturan-aturan hidup sebagai petunjuk bagi seluruh manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian hidup didunia dan akherat

Sebagai contoh pengertian studi islam dibuat oleh Muh Nur Hakim.
menurut Nurhakim mengungkapkan beberapa maksud :
* PERTAMA, Studi Islam dikonotasikan dengan aktivitas-aktivitas dan program-program pengkajian dan penelitian terhadap agama.
 *KEDUA, Studi Islam yang dikonotasikan  dengan materi , subjek bidang dan kurikulum suatu kajian atas islam seperti ilmu ilmu agama Islam (Fikih atau Kalam).
*KETIGA, Studi Islam dikonotasikan dengan institusi-institusi  pengkajian islam, secra formal di UIN,IAIN atatu STAN. maupun secara non formal, seperti pada forum-forum kajian dan halqalah-halqalah. dengan demikian istilah Studi Islam bisa dipergunakan di kalangan akademi secara bebas.

Sementara Jacques Waardenburg bahawa studi islam meliputi kajian agama islam dan tentang aspek-aspek ke islaman masyarakat dan budaya muslim. ia mengidentifikasikan. Tiga pola kerja berbeda yang masuk dalam ruang studi islam .
*PERTAMA, Pada umumnya agama islam dikembangkan oleh sarjana Muslim untuk memperoleh ilmu pengetahuan  dan kebenaran keagamaan islam. Kajian ini mencakup kajian-kajian seperti tafsir al-qur'an,ilm al-Hadist,yurispendensi (fiqh), dan teologi metafisika (ilm al-kalam). kajian ini banyak berkembang di masjid, Madrasah dan berbagai lembaga Pendidikan lainnya.
*KEDUA, Kajian semacam ini juga dilakukan oleh intelektual Muslim maupun non Muslim. di mana mereka berusaha melakukan observasi dengan aturan-aturan umum yang ada dalam penelitian keilmiahan yang kemudian sering disebut dengan studi-studi Islam.
*KETIGA, Kajian ini mengambil dari sudut pandang sejarah, literatur atau Sosiologi dan Antropologi budaya dan tidak hanya terfokus pada satu perspektif saja yaitu studi agama 


B. OBYEK STUDI ISLAM

Mengapa islam menjadi obyek ? aspek apa yang menjadi sasaran? bisakah islam menjadi obyek Studi ?


Dalam  analisis Taufik Abdullah. keagamaan ini terletak pada sifat mendua dari penelitian agama: Penelitian agama sebagai cara mencari kebenaran dari agama dan sebagai sebuah usaha untuk menemukan dan memahami kebenaran dari realitas empiris. menurut Taufik Abdullah dikategorikan menjadi tiga yaitu agama sebagai doktrin, kategori pertama mempersoalkan substansi ajaran. Kategori kedua meninjau agama dalam kehidupan sosial dam dinamika sejarah.

Pendapat senada diungkapkan Moh. Nurhakim memang tidak semua aspek agama khususnya Islam, dapat menjadi obyek studi. dalam konteks khusus Studi Islam ada beberapa aspek tertentu dari islam yang dapat menjadi obyek studi, yaitu: Pertama, Islam sebagai doktrin dari Tuhan yang kebenarannya bagi para pemeluknya sudah final dalam arti absolut. dan diterima secara apa adanya. Kedua, sebagai gejala budaya yang berarti  seluruh apa yang menjadi kreasi manusia dalam kaitannya dengan agama, Ketiga sebagai interaksi Sosial, yaitu Realitas Umat Islam.

Sementara menurut M. Amin Abdullah terdapat tiga wilayah keilmuan agama Islam dapat menjadi obyek Studi Islam :
*PERTAMA, Wilayah praktek keyakinan dan pemahaman terhadap Wahyu yang telat diinterpretasikan sedemikian rupa oleh para ulama.
*KEDUA, Wilayah teori-teori keilmuan yang dirancang dan disusun sistematika dan metodologinya para ilmuwan, para ahli, dan para ulama sesuai bidang kajiannya masing-masing apa yang disebut Ulum Al Tafsir, Ulum Al hadis, Islamic thought (Kalam, Falsafah dan Tasawuf ), hukum pranata sosial (fikih) , Sejarah dan peradaban Islam, pemikiran Islam dan Dakwah Islam, ada pada wilayah ini.
*KETIGA, adalah telah krtitis, yang lebih populer disebut metadiscourse, terhadap sejarah perkembangan jatuh bangunnya teori-teori yang disusun oleh kalangan ilmuwan dan ulama pada lapis kedua.Teori yang berlaku pada wilayah kalam didialogkan dengan teori yang berlaku pada wilayah tasawuf, dan begitu selanjutnya. Belum lagi jika teori-teori yang berlaku dalam wilayah Islamic Studies pada lapis kedua dihadapkan dan didialogkan dengan teori-teori di luar disiplin keilmuan agama islam, seperti disiplin ilmu keamalan, ilmu budaya, ilmu sosial dan Religious Studies. Wilayah pada lapis ketiga yang kompleks dan Sophisticated Inilah yang sesungguhnya dibidangi oleh filsafat ilmu-ilmu keislaman.

M. Atho' Mudzhar menyatakan bahwa objek kajian agama Islam adalah substansi ajaran-ajaran islam, seperti kalam, fiqih, dan tsawuf. Dalam aspek ini, agama lebih bersifat penelitian budaya.
Secara lebih terperinci, dalam mempelajari suatu agama, ada lima bentuk fenomena agama sebagai bentuk kebudayaan yang perlu untuk diperlihatkan. Lima hal tersebut adalah:
1. Naskah-naskah (scripture) atau sumber ajaran dan simbol-simbol agama.
2. Sikap, perilaku dan penghayatan para penganut atau tokoh-tokoh agama.
3. Ritus -ritus , Lembaga-lembaga dan ibadah-ibadah agama, seperti shalat, Haji, Puasa, Zakat, Nikah dan sebagainya.
4. Alat- alat  atau sarana peribadatan, Seperti Masjid, Peci dan sebagainya.
5. Lembaga atau Organisasi  keagamaan tempat para penganut agama berkumpul dan berperan.



C. PENDEKATAN, METODE, METODOLOGI

Metode merupakan cara mengerjakan sesuatu ( A way of doing something ). Sementara pendekatan adalah cara memperlakukan sesuatu  ( A way of dealing with something ). 
Pendekatan cenderung menganggap sebuah objek sebagai sesuatu yang aktif.
 Ketika seseorang akan memperlakukan sesuatu, misalnya saja,  Kuda sebagai objek yang aktif, maka ia berarti  sedang melakukan pendekatan terhadap kuda. Sementara ketika ia memperlakukan perawatan terhadapnya, kuda dianggap sebagai benda pasif, maka sesungguhnya ia sedang melukan metode perawatan kuda. Dalam konteks kajian islam, ketika seseorang ingin mengkaji islam, dan menganggapnya sebagi sebuah entitas yang aktif dan dinamis, maka sesungguhnya ia sedang melakukan ia sedang melakukan pendekatan islam. Namun, bila ia memperlakukan islam sebagai sesuatu yang statis , maka ia akan menggunakan suatu metode terhadap islam.

Sementara metodologi berasal dari tiga kata Yunani, yaitu meta, hetodos, dan logos. Meta berarti menuju, melalui, dan mengikuti. Hetodos berarti jalan atau cara. Maka kata Methodos (metode) berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. Dengan demikian, metode merupakan langkah-langkah praktis dan sistematis yang ada dalam ilmu-ilmu tertentu yang sudah tidak dipertanyakan lagi karena sudah bersifat aplikatif.

Dengan demikian, metode mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemajuan atau kemunduran. Bahkan secara tegas Mukti Ali menyatakan bahwa yang menyebabkan maju atau mundurnya adalah karena metode penelitian, karena cara melihat sesuatu, bukan hanya karena ada atau tidak adanya orang genius.

Untuk memperkukuh pendapatnya, Mukti Ali mengambil contoh bahwa pada abad keempat dan kelima sebelum masehi, banyak pemikir genius yang tidak bisa dibandingkan dengan orang-orang genius abad empat belas ,lima belas dan enam belas masehi. Aristoteles [384-322], kata Mukti Ali, jauh lebih genius dari francis Born [1561-1626], dan Plato jauh lebih genius dari Roger Bacon [1214-1294].
 Apa yang menyebabkan dua Bacon [Roger Bacon dan Francis Bacon] tersebut menjadi faktor dalam kemajuan Sains, sekalipun tingkat kejeniusannya dibawah Aristoteles dan Plato ? sebabnya karena kedua bacon tersebut menemukan metode berpikir yang benar , yang dengan metode itu, sekalipun kecerdasan nya biasa aja, dapat menemukan kebenaran, sedang pemikir-pemikir genius yang besar, apabila tidak mengetahui metode yang benar dalam melihat sesuatu dan memikirkan masalah-masalahnya, maka mereka tidak dapat memanfaatkan kejeniusannya.


D. TUJUAN STUDI ISLAM

Agama Islam diturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk membimbing, mengarahkan, dan menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangan agama-agama dan budaya umat manusia.
agama-agama dan budaya awalnya  hanya berdasarkan kepada daya nalar dan tidak sedikit yang mengarah kepada penyimpangan, diarahkan oleh islam menjadi agama monoteisme yang benar. Namun demikian bukan berarti agama islam memberikan kesempatan secara luas kepada manusia untuk mendayagunakan akal budinya secara maksimal, namun jangan sampai penggunaan melampui batas dan keluar dari rambu-rambu ajaran Allah.

Kedua, Mempelajari secara mendalam terhadap sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi dan dinamis serta aktualisasinya sepanjang sejarah. studi ini berdasar bahwa agama Islam adalah agama samawi terakhir yang membawa ajaran yang bersifat final, mampu mecahkan persoalan kehidupan manusia, menjawab tantangan, senantiasa aktual sepanjang masa. Namun demikian, aktualitas ajaran ini sering harus berhadapan dengan beraneka permasalahan dan tantangan yang tidak kecil dan ringan. Pada kondisi semacam ini, studi Islam berusaha untuk memberikan kontribusinya dalam menjawab aneka persoalan tantangan yang ada.

Ketiga, Mempelajari secara mendalam terhadap pokok isis ajaran Islam yang asli, dan bagaimana operasionalisasi dalam pertumbuhan budaya dan peradaban Islam sepanjang sejarah.

Keempat, Mempelajari secara mendalam terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran islam dan bagaimana perwujudannya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya peradaban manusia pada zaman modern ini

Dengan kerangka tujuan semacam ini, studi islam diharapkan tidak sekedar sebagai sebuah wawasan normatif, tetapi juga kontekstual, aplikatif, dan memberikan konttribusi konkret terhadap dinamika dan perkembangan yang ada.



    

 
 









 


Rabu, 02 September 2015

MUKADDIMAH

 METODOLOGI  STUDI ISLAM

            Saya  Yoga Dany Damara, mahasiswa baru yang bertempat di salah satu program studi baru yaitu Komunikasi Penyiaran Islam  di IAIN Tulungagung di kota kecil ini.
 Ya aku baru pertama kali ini mendengar ataupun mepelajarinya  awalnya sih
bertanya -tanya, pelajaran apa itu ? tapi dengan Pembawaan beliau pak Dr. Ngainun Na'im dengan kata - kata sederhananya memotivasi, meskipun dengan sebuah perkenalan mata kuliah hari ini sangat membuatku penasaran .beliau orangnya ramah dan bercanda mungkin dengan metode ini  dengan proses pembelajaran  semua merasa nyaman dan terkendali  semoga bermanfaat amin.

02-09-2015