Kalimat yang tlah pergi
Ingatkah teman saat awal bertemu
kita tak saling kenal ?
Kau mengulurkan tangan kanan
untuk saling menyapa..
Awal yang sangat terkesan bisa
mengenal satu sama lain
Di tempat yang sama, jam yang
sama kita memulai hari – hari..
Penuh canda , duka dan bahagia
selayaknya masih anak kecil yang bahagia..
Ceritakan hari dan waktu tiada
habisnya teman, karena bersamamu kita bisa..
Bermain kesana kemari menggugah
jiwa muda yang aktif dengan pengalamannya..
Berbagai Kisah pahit dan manis
pernah kita rasakan untuk pagi besok
Selayaknya kopi yang kita minum
dengan kebersamaan secangkir kopi..
Itu sudah cukup untuk hari ini,
menggantungkan mimpi setiap pembicaraan
ini..
Menatap masa depan dan memikirkan
masa yang akan datang..
Saling menasehati dan saling
menegur kau adalah sahabat..
Aku memilih satu jawaban kau
memberikan dua pilihan..
Aku dengan masalahku kau
memberikan obat yaitu saran..
Bukan keluargaku , tapi kau
saudaraku berdarah untuk bersama-sama..
Berjuang bersam , matahari adalah
saksi selalu menyinari semangat kita..
Langit yang mendung menangis
karena pertengkaran persahabatan ini..
Itu semua dan semua hilang
terbawa angin ...
Waktu tidak memperpanjang kita
untuk bersama, tidak bisa lagi....
Tidak bisa lagi..
Coretan pena itu tidak bisa hilang
di benak kita..
Meskipun waktu yang menentukan ,
kalimat itu tlah pergi sahabat.....
Kita sudah punya masa katamu ...
tidak berjuang bersama lagi..
Berjuanglah sahaabat , dan aku
terus berjuang mewujudkannya..
Karena masa depan ditangan kita
sendiri sendiri...
Nanti saat reuni menanti kau
tetap sahabat dengan kalimatmu..
By: Yoga Dany Damara