Selasa, 08 Desember 2015

BAB V1
ISU-ISU AKTUAL DALAM  STUDI ISLAM



A. PLURALISME



Hubungan  sosial antar umat manusia membuka dua pilihan harmoni atau konflik. harmoni terbangun ketika masing-masing pihak-pihak berusaha untuk saling memahami, mengedepankan toleransi,dan menepis berbagai prasangka negatif terhadap yang Lain. sebaliknya konflik terjadi ketika masing-masing pihak memegang dengan kukuh kebenaran yang diyakininya tanpa kompromi melihat pihak lain sebagai lawan yang harus dikuasai dan harus ditundukkan. Konflik bisa terjadi di mana saja mulai dari lingkup sosial terkecil yaitu keluarga relasi antar tetangga, antar kampung antar etnis hingga komunitas yang jauh lebih besar yaitu negara. salah satu persoalan dalam konflik yang memperoleh perhatian secara serius adalah faktor agama. orang akan melakukan pembelaan ketika agamanya dihina, meskipun mungkin ia bukan seorang hamba yang taat. atas nama Tuhan, umat beragama kemudian terjebak dalam perilaku agresif dan penuh dengan ambisi penaklukan.

Dalam kondisi semacam ini yang lebih mempertimbangkan harmonisasi, kemanusiaan, dan sikap yang saling menghargai. memandang mereka yang berbeda sebagai musuh yang harus ditakhlukkan hanya akan membuat kehidupan senantiasa penuh prasangka yang berujung pada permusuhan tiada henti. Konsep pluralisme memiliki makna yang penting terutama dalam konteks studi islam, kesadaran terhadap pluralisme merupakan salah satu faktor yang akan mengantarkan  ke arah kehidupan sosial, khususbya kehidupan antar umat beragama yang damai dan saling mengharagai.

Pernyataan Abdulaziz Sachedina yang menyatakan bahwa pluralisme keagamaan bagi syariat bukanlah sekedar masalah mengakomodasi berbagai klaim kebenaran agama wulayah keimanan pribadi seseorang. pluralisme religius secara inheren selalu merupakan masalah kebijakan publik dimana suatu pemerintahan islam harus mengakui dan melindungi hak pemberian Tuhan kepada setiap pribadi untuk menentukan sendiri nasib spiritualnya tanpa paksaan. pengakuan terhadap kebebasan hati nurani dalam hal keimanan ini adalah titik temu utama konsep al-quran mengenai pluralisme religius, pluralisme antar agama maupun intra agama.

Dalam konteks agama, menuntut kepada setiap pemeluk agama bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain, tetapi juga terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan dalam rangka pencapain kerukunan dalam kebhinekaan. Pluralisme agama sering masih diterima sebagai pluralisme de facto yaitu suatu bentuk pengakuan pluralisme yang hanya sementara yang masih menggunakan pendekatan dimana semua agama dan semua manusia secara bertahap akan menemukan kebenaran agama saya dan mengikutinya. Pluralisme sangat rentan dengan ketegangan dan konflik, karena itu hanya suatu bentuk kompetisi dalam masalah superioritas agama, tetapi tidak memecahkan masalah.

Kecenderungan lain dari pluralisme de facto adalah mendorong untuk mengambil posisi relativistik. posisi ini membuat dialog menjadi suatu komunikasi yang semu, karena menganggap bahwa semua agama benar maka semua berarti benar. Pandangan ini menyembunyikan kenyataan bahwa setiap pengalaman agama adalah pengalaman yang ditafsirkan maka ditentukan oleh tradisi.

Seharusnya dikatakan bahwa "orang itu baik berkat dan karena agama yang dianutnya ".ini merupakan titik tolak pluralisme yang lebih dalam yaitu pluralisme de jure. pluralisme ini lebih mendasar karena perdebatan merupakan sarana untuk bisa mengungkapkan ecara lebih penuh kekayaan misteri Tuhan. perbedaan agama bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi tantangan untuk dijawab Emmanuel Levinas melukiskan hal ini: 
"Hubungan tidak menetralisir yang lain, tetapi memeliharanya. yang lain sebagai berbeda bukan merupakan objek yang harus menjadi bagian kami atau menjadi seperti kami, tetapi yang lain menarik diri dalam misterinya".
Dalam kerangka membangun kesadaran terhadap pluralisme dialog memiliki peranan sangat penting mengembangkan dialog dapat dilakukan dalam empat tingkat bagi komunikasi manusi. Pertama, dialogue of hearts: rasa sebagai bersaudara, sesama makhluk Tuhan, sesama manusia. Kedua, dialogue of peace: keberanian untuk memperbincangkan Tuhan dan manusia dalam kedamaian. Keempat, dialogue of silence, dimana Tuhan berbicara kepada manusia.



Sementara prinsip-prinsip dialog yang perlu dipegang adalah Pertama, frank witness, masing-masing tidak menyembunyikan keyakinan, untuk menghilangkan kecurigaan ataupun ketakutan yang tidak diungkapkan. Kedua, mutual respect, simpati terhadap kesulitan orang lain dan penghargaan terhadap prestasi orang lain. Ketiga, religious freedom, hak memeluk agama tanpa paksaan.

Keagamaan ras, warna kulit, komunitas dan agama dipandang sebagai tanda rahmat dan keagungan Tuhan yang ditunjukkan melalui makhlukNya. pluralis dalam pengertian ini diterima sebagai suatu fenomena alamiah. setiap agama yang diwahyukan dapat disebut islam, jika dipandang sebagai sikap pasrah kepada Tuhan (makna harfiah islam). karena kata muslim dapat diperluas hingga setiap titik di masa lalu dan setiap titik di masa datang. ini merupakan revolusi yang diperkenalkan Al-qur'an kepada sejarah keaagamaan manusia dan dengan demikian suatu revolusi universal. Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad, semuanya adalah muslim siapa saja di kalangan orang yahudi dan kristen serta semua kaum agama lainyang tunduk kepada Tuhan, yang Esa dan satu-satunya dan secara implisit atau eksplisit tidak menyekutukan Tuhan dengan Tuhan lain (ras, agama, tanda atau manifestasi Tuhan) adalah muslim. tidak ada paksaan dalam beragama ini merupakan salah satu prinsip unik al-Quran yang dimaksudkan untuk mengatur kebebasan beragama dalam islam. dan orang yang beriman kepada allah dan hari akhir serta berbuat baik (amila shalihan) akan selamat.

Pluralitas merupakan realitas kehidupan yang telah hadir dan menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan masyarakat. dalam pluralitas terdapat beraneka ragam perbedaan yang kaitan dengan semua sisi kehidupan. ada perbedaan ras, sosial, ekonomi, budaya, politik, dan juga agama. khususnya pluralisme agama kesadaran ini menjadi modal dasar penting dalam membangun kehidupan damai, toleran, dan saling menghargai, di tengah kehidupan yang plural

Hari Dispen

Pada tanggal 28-29 november band saya main pas tanggal 29 di balai rakyat tulungagung dalam rangka acara Wekkend market Volume 2 ada makanan, fashion dan band. cukup ramai banyak yang membuka booth dari kota sendiri maupun diluar tulungagung. kreativitas anak muda saat ini semakin berkembang dengan kegiatan ini bisa menggugah anak muda terus berkarya. lalu pas tanggal 30   sampai tanggal 2 november kelas KPI mendapat dispen melakasanakan kegiatan lomba film di Ponorogo yang bertempatan lokasi syuting di pantai klatak besuki. setelah acara wekkend market saya bergegas menyiapkan besok seninnya untuk berangkat ke klatak jam 4 pagi dan temen-temen sudah menunggu di bandung, karena saya dijemput di pasar bandung setelah sampai ditempat kita langsung berangkat bersama-sama dengan jalan yang tak pernah kubayangkan sangat sulit karena jalannya penuh bebatuan yang berkelok penuh rintangan pula tapi semangat teman teman akhirnya kita bisa menaklukan jalan yang tak begitu besar tapi ya sangat kecil sangat menantang sekali. dan akhirnya kita tiba keindahan pantai klatak pun sangat damai sekali. penduduk disitu tidak banyak ya bisa dibilang sedikit ramah pula, namun terdapat satu warung itupun  makanannya hanya mie kalau ada tambahannya ada telur juga dan teh tapi teh pucuk harum dikasih gelas sama batu es yang membuat perut tersa terisi dan kenyang. persiapan teman-teman sendiri ada seksi konsumsi, seksi perlengkapan dan seksi keamanan saling membantu. saya pun menjadi tokoh pemain dalam film pendek tersebut dengan waktu tiga hari kita berusaha semaksimal mungkin semoga perjuangan kita tidak sia-sia teman.

Selasa, 24 November 2015

D. PENDEKATAN SOSIOLOGIS

D. PENDEKATAN SOSIOLOGIS

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dalam tata kehidupan bersama. pusat perhatiannya adalah kehidupan kelompok dan tingkah laku sosial. Asumsi dasar pendekatan sosiologi terhadap agama adalah bahwa gejala-gejala keagamaan dapat dimengerti dengan menganalisnya sebagai gejala sosial.

Teori sosiologis tentang watak agama serta kedudukan dalam dunia sosial, mendorong ditetapkannya di antara lain kategori sosiologis yaitu :
  1. Stratikasi sosial, seperti kelas dan etnisitas.
  2. Kategori biososial, seperti seks, gender, perkawinan, keluarga, masa kanak-kanak dan usia.
  3. Pola organisasi sosial meliputi politik, produksi, ekonomis, sistem-sistem pertukaran dan birorkrasi.
  4. Proses sosial, seperti formasi batas, relasi intergroup, interaksi personal, penyimpangan, dan globalisasi.
1. FUNGSIONALISME STRUKTURAL

Struktural memusatkan perhatian kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suatu sistem sosial dalam mempertahankan kehidupannya dan struktur-struktur tersebut sesuai dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Teori  fungsionalisme struktural dikembangkan pada abad 20 an oleh para sosiolog dan antropolog. sampai pada tahun 1960 an. seseorang ilmuwan dalam teori ini adalah Kingsley Davis. Davis mengatakan pengujian atas peran atau fungsi yang dijalankan oleh perilaku tertentu dalam masyarakat dapat dilakukan melalui analisis fungsional. Kerangka berpikir teori ini ialah melihat suatu masyarakat sebagai suatu sistem dinamis yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.

2. TINDAKAN

Menurut pandangan Mark Weber, sosiologi merupakan ilmu yang berusaha untuk menafsirkan dan memahami (interpretative Understanding)  terhadap tindakan sosial antar hubungan sosial untuk samapai kepada penjelasan kausal.
Weber mengemukakan lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologi terkaut dengan tindakan sosial, yaitu:
  1. Tindakan manusia, yang menurut si aktor mengandung makna yang subyektif yang meliputi tindakan yang nyata
  2. Tindakan yang nyata bersifat membantu yang sepenuhnya dan bersifat subjektif
  3. Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang dan tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam
  4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu
  5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu
3. TEORI KONFLIK

Umumnya terdiri dari negara-negara islam menjadi salah satu pendorong lahirnya teori konflik. adanya kemiskinan didunia ketiga sebagai akibat proses perkembangan kapitalis didunua barat. Kemiskinan yang dialami oleh sebagian besar umat manusia adalah "tumbal" kejayaan masyarakat kapitalis. Negara-negara berkembang sekarang ini dijadikan sapi perah bagi negara-negara barat yang kapitalis. oleh karena itu teori-teori ini disuarakan oleh Randall Collins, Dahren Dorf, maupun John Galtung menyebutkan bahwa negara-negara sedang berkembang ingin maju, maka harus mapu melepaskan dan memutuskan hubungan dengan negara-negara kapitalis.

Teori Konflik memiliki beberapa asumsi antara lain:
  1. Manusia sebagai mkhluk hidup memiliki sejumlah kepentingan yang paling dasar yang mereka inginkan dan mereka berusaha untuk mendapatkan kepentingan tersebut.
  2. Kekuasaan mendapatkan penekanan sebagai pusat hubungan sosial. Kekuasaan bukan hanya merupakan sesuatu yang langka, dan tidak terbagi secara merata, sehingga merupakan sumber konflik, tetapi juga pada hakekatnya kekuatan itu bersifat pemaksaan.
  3. Ideologi dan nilai-nilai dipandang sebagai sesuatu senjata yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang berbeda, dan mungkin bertentangan mengejar kepentingan mereka sendiri. ideologi dan nilai sama sekali bukan merupakan sarana untuk mencapai integrasi dan mengembangkan identitas suatu bangsa.


Menurut Tunner teori konflik berakar pada pemikiran karl marx dan pemikiran marx weber. karl marx mengajukan beberapa proposisi:
  1. Semakin distribusi pendapatan tidak merata, semakin besar konflik kepentingan antara kelompok atas dan kelompok bawah.
  2. Semakin sadar kelompok bawah akan kepentingan mereka bersama, semakin keras mereka mempertanyakan keabsahan sistem pembagian pendapatan yang ada.
  3. Semakin besar kesadaran akan interest kelompok mereka dan semakin keras pertanyaan mereka terhadap keabsahan sistem pembagian pendapatan, semakin besar kecenderungan mereka untuk kerja sama memunculkan konflik menghadapi kelompok yang menguasai sistem yang ada.
  4. Semakin kuat kesatuan ideologi anggota kelompok bawah dan semakin kuat struktur kepemimpinan politik mereka, semakin besar kecenderungan terjadinya polarisasi sistem yang ada.
  5. Semakin meluas polarisasi semakin keras konflik yang terjadi.
  6. Semakin keras konflik yang ada, semakin besar perubahan struktural yang terjadi pada sistem dan semakin luas proses perataan sumber-sumber ekonomis.
4. TEORI PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial dapat terjadi secara cepat ataupun lambat tergantung kepada situasi lingkungan maupun faktor-faktor lain yang saling berkaitan. Menurut Ravik Karsidi , perubahan sosial dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan manusia. ruang gerak perubahan itupun juga berlapis-lapis, dimulai dari kelompok terkecil atau mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga tingkat dunia.
Hal senada disampaikan Robert lauwer dia menyatakan bahwa perubahan sosial yang terkecil adalah individu, kemudian ditambah dengan interaksi, organisasi, institusi, komunitas, masyarakat, kebudayaan, peradaban dan pada tingkat dunia (global).
Perubahan sosial direncanakan ialah perubahan yang disengaja dan dipersiapkan dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan sasaran, merencanakan program kegiatan dan melaksanakan perubahan sosial tersebut. berdasarkan jangka waktu terjadinya perubahan sosial, ibrahim membedakan antara perubahan jangka pendek dan perubahan jangka panjang. berdasarkan tingkat terjadinya perubahan sosial dapat dibedakan pada tingkat mikro (individu), tingkat intermidiate (kelompok), dan tingkat makro (masyarakat).

Zaltman dan Duncan mengklisifikasikan perubahan sosial  menjadi 6 adalah:
  1. Berupa perubahan sosial yang terjadi pada individu yaitu perubahan sikap tingkah laku yang berlangsung dalam waktu singkat (jangka pendek).
  2. Perubahan yang berlangsung jangka panjang adalah memberikan latihan guna untuk merubah pola kehidupan sesuai dengan lingkungan tertentu
  3. Tingkat perubahan kelompok pada waktu singkat seperti perubahan norma serta cara bekerja sesuai dengan kedudukannya sebagi pemimpin
  4. \Perubahan dalam kelompok yang terjadi dalam waktu yang lama misalnya perubahan organisasi
  5. Perubahan ini terjadi secara mikro dalam bentuk singkat yaitu perubahan sesuai dengan kepentingan pendidikan seperti perubahan sesuai dengan kurikulum SMK atau SMU perubahan sosial diperlukan untuk mempengaruhi siswa atau warga belajar
  6. Perubahan sosial terjadi secara makro dalam waktu lama, yaitu perubahan kebudayaan antara warga yang satu dengan yang lain,

Jumat, 20 November 2015

PEMBAHASAN

Ada tiga unsur yaitu ;

1. Penulis (mau baca buku harus cek penulisnya)
2. Isi Teks (apa isinya)
3. Pembaca (dari siapa anda)

Ketika satu buku dibaca dan kalian membaca kira-kira hasilnya sama atau tidak ?Tidak sama, kenapa ? "karena penulisnya sama isinya sama tapi pembacanya beda. maka sangat mungkin kita tidak paham dengan penulisnya. dari ketiga itu menghasilkan pemahaman proses ketiga ini disebut Interpretasi.

Maka, sangat mungkin kita tidak paham dengan penulisnya kalau kita membaca harus memahami tidak jarang interpretasi tafsir itu gagal karena kita tidak paham dengan isi kita baca. kemudian hasilnya tergantung pada kita sering baca atau tidak? kalau tidak pernah baca buku kita tidak bisa atau yang suka komunikasi ketika kita misalnya latar pendidikan menentukan letak interpretasi. apa yang kita baca sesuai latar belakang si pembaca misal anak-anak FA menyukai buku filsafat itu biasa. yang luar biasa anak-anak FA menyukai buku pelajaran bahasa inggris tentu itu sangat menghasilkan berbeda dari yang lain.

Hermeneutik berasal dari kata yunani hermeneuien yang berarti mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, bertindak sebagai penafsir. misalnya kita membaca satu paragraf lalu kita tutup lalu 
anda berkata "oh yang dimaksud seperti itu seperti ini". la itu sebenarnya anda sudah melakukan hermeneutik.
Ada tokoh  yaitu Hermes bertugas untuk menafsirkan kehendak dewa dengan bantuan kata-kata manusia agar manusia memahami kehendak dewa, sebab bahasa dewa tidak dapat dipahami manusia. ada spekulasi tentang siapa hermes sesungguhnya. Seyyed Hossein Nasr menyatakan bahwa dalam tradisi is tidak lain dari Nabi Idris, nabi idris itu profesinya adalah pemintal kain hermeneutik sebenarnya adalah memintal kata demi kata sampai jadi sebuah makna. 

Teks merupakan simbol mengandung makna tulisan itu mengandung makna kalau kita membaca buku kita dapat menemukan maknanya tersendiri.
"Hidup kita sebenarnya setiap hari mengejar simbol"
Ada 10 angka dan ada 28 huruf misalnya saja "saya berkerja setiap hari 5 hari dalam seminggu "
Simbol itu akan punya makna bagi orang yang memahami. kalau tidak paham simbol itu tidak ada artinya. simbol memiliki makna karena itu hermeneutik teks itu mengandung makna. misalnya saja:
"Buat anda uang itu tidak ada artinya jika berupa gambar tapi uang itu baru ada artinya jika anda pegang"

saya berpergian dengan tenang kalau di dalam dompet saya ada banyak simbol-simbol iya yang dimaksud adalah uang sekian dari saya terimakasih.

Selasa, 10 November 2015

C. PENDEKATAN HERMENEUTIK

Kata hermeuneutik berasal dari kata kerja Yunani hermeneuien yang berarti mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, bertindak sebagai penafsir. munculnya hermeuneutik bertujuan untuk menunjukkan ajaran tentang-tentang aturan-aturan yang harus diikuti dalam menafsirkan sebuah teks dari masa lampau, khususnya teks kitab suci dan teks klasik (Yunan dan Romawi).
Hans George Gadamer meringkas teori hermeneuitik secara filosofis dalam tiga aktivitas eksistensi manusia: subtilitas intellegendi yang berarti memahami (understanding), subtilitas explicandi yang berarti menjelaskan atau menguraikan makna tersirat menjadi makna tersurat, subtilitas applicandi yang berarti menerapkan atau mengaitkan makna suatu teks dengan situasi baru dan kini. 

Hermeneutik minimal mempunyai tiga pengertian. Pertama, sebagai peralihan dari suatu yang relatif abstrak, misalnya ide pemikiran ke dalam bentuk ungkapan-ungkapan yang konkret  misalnya dalam bentuk bahasa. Kedua, terdapat usaha mengalihkan dari suatu bahasa asing yang maknanya gelap tidak diketahui ke dalam bahsa lain yang bisa dimengerti oleh si pembaca. Ketiga, seseorang seang memindahkan suatu ungkapan pikiran yang kurang jelas diubah menjadi bentuk ungkapan yang lebih jelas.
Menurut Sumaryono, dengan mengutip pendapat Emilio Betti, tugas orang yang melakukan interpretasi adalah menjernihkan persoalan mengerti, yaitu dengan cara menyelidiki stiap detail proses interpretasi. Orang yang melakukan interpretasi harus mengenal pesan atau kecondongan sebuah teks, lalu ia harus meresapi isi teks sehingga yang pada mulanya yang lain kini menjadi 'aku' penafsir itu sendiri.

Kita mengungkapkan diri kita sendiri melalui bahasa sehari-hari. Tetapi seringkali kita juga dapat meragukan sendiri apakah pengalaman-pengalaman mental atau pikiran yang adada dibalik bahsa benar-benar sudah meyakinkan. Teks atau naskah kitab suci atau dokumen-dokumen lain yang ditulis berdasarkan ilham ilahi, sejarah,hukum, ataupun kesustraan yang seakan-akan dalam keadaan diatas juga menggunakan bahasa sehari-hari. Teks menjadi komunikatif bila  tiga variabel ini diperhatikan, yaitu the world of teksthe world of author, dan the world of reader.

Dalam konteks studi islam, hermeneutik biasanya dipahami sebagai sebentuk ilmu tafsir yang mendalam dan bercorak filosofis, sementara apabila menyinggung mengenai tafsir, orang pasti akan teringat kepada salah satu variabel dalam agama, yaitu kitab suci. dijelaskan Farid Essack, praktek hermeneutik sebenarnya telah dilakukan oleh umat islam sejak lama, khususnya ketika menghadapi al-Quran. Buktinya adalah Pertama, problema hermeneutik itu senantiasa dialami dan dikaji, meski tidak ditampilkan secara definitif. Kedua, perbedaan antara komentar-komentar yang aktual terhadap al-Quran (tafsir) dengan aturan,teori, atau metode penafsiran telah sejak mulai munculnya literatur-literatur tafsir. Ketiga, tafsir tradisional itu selalu di masukkan kategori-kategori, misalnya tafsir syi'ah, tafsir mu'tazilah, tafsir hukum, tafsir filsafat, dan lain sebagainya.
Contoh pendekatan hermeneutik dalam studi islam adalah analisis operasional hermeneutik dalam Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka yang dilakukan oleh fakhruddin Faiz. Paul Riceour menyatakan bahwa hermeneutika bertujuan menghilangkan misteri yang terdapat dalam sebuah simbol. Hermeneutika membuka makna yang sesungguhnya sehingga dapat mengurangi keanekaan makna dari simbol-simbol. Seorang penelaah, sebelum memahami secara detail suatu teks bahasa  sangat membutuhkan suatu general survey. Dengan general survei bahwa satu kalimat sangat terkait dengan kalimat lain dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan tujuan dari penulis atau pengarangnya. 

Walaupun pendekatan ini tidak diterima oleh seluruh kalangan islamsebab ada melarang, bahkan mengharamkan penggunaan hermeneutik, tetapi jika dilakukan analisis secara cermat, ada banyak kontribusi positif yang dapat dikembangkan dalam mengkaji, mengembangkan, dan menggali khazanah islam dengan pendekatan ini.

Rabu, 28 Oktober 2015

Hari UTS

UTS METODOLOGI STUDI ISLAM 

Pada hari ini tepat pukul 10.20 untuk pertama kalinya melaksanakan ulangan tengah semester dengan mata kuliah metodologi studi islam, ketika pak Ngainun datang tepat waktu. semua langsung masuk ruang kelas dengan hening pun duduk sesuai tempatnya tak sabar menanti soal untuk dikerjakan ternyata tak lama kemudian hanya 3 soal meliputi  sejarah studi islam, pendekatan sejarah dan studi islam di barat intinya ketiga soal itu menjelaskan sejarah apa yang sudah kita resume sebelumnya  dan aku sendiri menjawab dengan sebisa saya berharap nilai yang memuaskan untuk UTS hari pertama ini.

Jumat, 23 Oktober 2015

SEJARAH BAGIAN DARI HIDUP KITA

SEJARAH

Apa hubungan pohon dengan sejarah? cabang, tumbuh, dan berkembang. jadi misalnya ada pohon yang besar pohon itu memiliki akar, memiliki batang yang besar lalu memiliki cabang dan ranting daun maknanya Sebuah peristiwa sejarah  tidak terjadi tiba-tiba selalu ada akar peristiwa. ketika dia akan menjadi sejarah mempengaruhi terhadap peristiwa-peristiwa berikutnya Indonesia merdeka itu tidak tiba-tiba ada akar peristiwanya menjadi penyebab indonesia tidak merdeka. ketika merdeka lalu ada orde lama, orde baru, orde reformasi ditinjau dari etimologi.

Kita tidak tahu masa depan kita seperti apa tidak ada yang tahu, kita hanya bisa memprediksi. prediksi kita dengan mengacu dengan angan-angan jangan kita mempunyai IP bagus lebih bagus lebih sukses daripada teman-teman yang lebih rendah banyak faktor dalam kehidupan ini.

Pak Ngainun bercerita pada saat mengamati mahasiswa mulai mengajar di ruang perkuliahan selama 15 Tahun lalu melihat mahasiswa datang ke kampus kepentingan legalisir dan sebagainya. kemudian beliau menyimpulkan mereka yang kuliahnya sungguh-sungguh nanti hasil ketika mereka lulus dan kembali ke masyarakat akan berbeda dengan mereka yang tidak bersungguh-sungguh jadi sejarah mengacu kepada apa yang kita lakukan hari ini dan sejarah itu fakta tidak ada sejarah itu fiksi harus ada bukti.

Mengenai Interpretasi ( di tafsirkan ) misalnya kita punya teman versi kita dengan versi beberapa teman pasti akan berbeda orang A itu lo sombong tidak pernah tanya kepada orang la itu bukannya sombong tapi dia pendiam jadi ketika orang melihat dari perlakuan yang sama.

Sejarah sudah ditulis akan menjadi sebuah buku. misalnya kita biasakan mencatat proses yang sudah kita tulis di blog dalam  1 tahun 2 tahun sampai  4 tahun kedepan sudah menjadi sebuah buku. kata Pramudiana
"Hidup itu akan indah ketika ditulis walaupun yang anda tulis itu peristiwa menyedihkan"
Ketika kita mempunyai pengalaman yang menarik adakalanya selalu kita ingat tapi, pengalaman seperti itu tidak akan indah walaupun di ingatan karena ingatan itu terbatas.
''Ingatan kita mudah lupa tapi Tulisan kita selalu mengingatkan"
Karena peristiwa biasa ketika di tulis kemudian diolah akan menjadi luar biasa mempunyai daya imajinasi sendiri dan bisa dikembangkan. tulislah lewat hidup kita mulai sekarang tidak perlu menjadi orang besar pengalaman-pengalaman hidup kita itu penting didokumentasikan akan menjadi pembeda kita dari orang lain seperti halnya perbedaan generasi muda dan tua, ketika kita bicara dengan kakek kita ataupun nenek kita selalu berkata "jaman dalu" waktu kakek masih seperti kamu dulu pernah makan di warung ini pernah ke pasar , pernah melewati jalan ini dan sebagainya. karena apa dia sudah selesai tentang memikirkan masa depannya, jadi dulu kakek selalu menceritakan "dulu disini tempat makan yang paling enak"sementara kita terobsesi dengan masa depan  maka dari itu kita sebagai anak muda harus semangat jadikan hidup lebih berarti banyak-banyaklah membuat hal yang baru pengalaman yang baru agar nantinya disaat tua nanti kita bisa menceritakan kepada anak cucu kita.

"Marilah buat sejarah dalam hidup kita"

 

BAB V BERBAGAI PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM

BERBAGAI PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM

A. PENDEKATAN SEJARAH

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajarah (pohon) dan dari kata History dalam bahasa  Inggris yang berarti cerita atau kisah. pengertian istilah sejarah itu juga bisa mengacu kepada dua konsep terpisah :
  1. Sejarah yang tersusun dari serangkaian peristiwa masa lampau, kseluruhan pengalaman manusia
  2. Sejarah sebagai suatu cara yang dengan fakta-fakta diseleksi, diubah-ubah, dijabarkan dan dianalisis
Hugiono dan P.K. Poerwantana mendefinisikan sejarah sebagai rekontruksi peristiwa masa lampau yang dialami oleh manusia diberi Tafsiran dan Analisis kritis, sehingga mudah untuk dimengerti dan dipahami.

Kata Kuntowijoyo 
"Sejarawan itu ibarat orang naik kereta api dengan melihat ke belakang. ia dapat menoleh ke   kanan dan ke kiri yang tidak bisa dikerjakan ialah melihat kedepan"
Berkaitan Kuntowijoyo penting berkaitan dengan sejarah :
  1. Sejarah itu fakta 
  2. Sejarah itu Diakronis ,Ideografis dan Unik sejrah itu memanjang dalam waktu sedangkan ilmu sosial itu Sinkronis artinya, Sejarah itu memanjang dalam waktu sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruangSejarah juga disebut sebagai ilmu yang idiografis (bahasa Yunani Idios artinya pembawaan seseorang kekhasannya)
  3. Sejarah itu empiris, empiris berasal dari kata Yunani Empiria artinya pengalaman 
Meninjau obyek penelitian dengan pendekatan sejarah salah seorang ilmuwan yang melakukannya adalah Ira M. Lapidus menurut :
Pertama, Periode Awal Peradaban Islam di Timur Tengah dalam periode tersebut dapat diperinci menjadi tiga  fase besar :
  1. Fase penciptaan komunitas baru yang bercorak Islam di Arabia
  2. Fase penakhlukan Timur Tengah oleh Masyarakat Arab Muslim
  3. Fase peranan nilai-nilai Islam dan kelompok elit Islam mengubah mayoritas masyarakat Timur Tengah.
Kedua, Periode Penyebaran Global Masyarakat Islam pada abad XII
Ketiga, Perkembangan Modern Umat Islam pada abad XIX hingga abad XX masehi
Adapun prosedur melaksanakan penelitian sejarah agama :
Pertama, persiapan sebelum penelitian judul adalah abstraksi dari topik di dalam sebuah judul mencakup unsur objek, subjek lokasi dan waktu. dalam proposal penelitian sejarah mencakup sub pembahasan :
  1.  Judul Penelitian
  2. Latar Belakang
  3. Permasalahan 
  4. Tujuan Penelitian 
  5. Tinjauan Penelitian
  6. Landasan Teori
  7. Metode yang digunakan 
  8. Sistematika atau alur pembahasan 
Kedua, pengumpulan sumber sejarah (Heuristi) sejarah yang digunakan mempunyai nilai akurat, autentik dan kredibel :
  1. Sumber  tertulis, seperti kitab, majalah, buku, arsip dan sebagainya dikumpulkan berdasarkan fakta melalui telaah teks 
  2. Sumber Visual dan Audio Visual 
  3. Benda-benda sejarah menjadi bukti sejarah 
  4. Sumber lisan, yaitu penuturan Lisan dari pelaku sejarah dan penyaksi adanya peristiwa sejarah
B. PENDEKATAN FENOMENOLOGI 
Dalam catatan Muhadjir, istilah fenomenologi digunakan sejak Lambret yang sejaman dengan Immanuel Kant juga Hegel, sampai Pierce. Kant misalnya membedakan antara phenomenon dan neumenon. Phenomenon adalah obyek yang kita alami dan kejadian yang terjadi. sedangkan Hegel memandang phenomenon sebagai tahapan untuk sampai ke noumenon.
Sejak zaman Edmun Husserl (1859-1938) arti fenomologi telah menjadi filsafat dan menjadi metodologi berpikir. dalam pandangan Hussel, fenomologi adalah suatu disiplin filsafat yang solid dengan tujuan membatasi dan melengkapi penjelasan psikologis murni tentang proses-proses pikiran. fenomologi Hussel orang harus paham istilah noema. Noema adalah kumpulan semua objek, tidak lain hanyalah sebuah ide tentang makna mengenai segala tindakan jadi membedakan antara sebuah ekspresi makna dengan rujukannya.
Noema ini memiliki dua komponen :
  1. Object Meaning yang menyatukan berbagai komponen dari pengalaman kita 
  2. The Theitic yang membedakan tindakan-tindakan yang berbeda-beda
Fenomologi Husserl dapat dibagi menjadi empat :
  1. Ia berangkat dari matematika, dam ini tersebut periode pra-fenomologi
  2. Awal fenomenologi sebagi korelasi subjektif atas logika murni sebagai tahapan usaha epistomologis yang terbatas
  3. Fenomenologi dianggap sebagai "the first philosophy" 
  4. Fenomenologi sebagai "pengatasan" idealisme
Tokoh lain yang kuat mempengaruhi pendekatan fenomenologi adalah Alfred Schultz. pegaruh lainnya berasal dari Marx Weber yang memberi tekanan pada verstehen yaitu pengertian interpretatif terhadap pemahaman manusia. Fenomenologi  menekankan pada aspek subjektif. artinya mereka berusaha untuk masuk dunia konseptual dari objek yang ditelitinya, sehingga peneliti mengerti tentang apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan di sekitar peristiwa atau objek penelitian dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun fenomenologi agama dikembangkan oleh Max Scheller, Rudolf Otto, Jean Hearing dan Gerardus van der Leeuw. tujuannya untuk memahami pemikiran, tingkah laku,dan lembaga-lembaga keagamaan tanpa mengikuti salah teori filsafat ,teologi, metafisika, ataupun psikologi.
Intensional memiliki dua arti semantik dan ontologik, arti semantik intensional adalah sesuatu bahasa dan juga logikanya adapun arti secara ontologik adalah sesuatu ekstensional bila kesamaan identitas antara dua sesuatu dapat dinyatakan sebagi dua yang equivalen, dua yang identik.

Dalam bukunya Ideen I, Husserl menjadikan intensionalitas sebagai pusat kesadaran manusia. dalam buku lainnya, Logische Untersuchungen , Husserl mengatakan bahwa pengalaman dalam bentuk intuisi orang mungkin menemukan obyek aktual yang berkorespondensi dengan noema, tetapi mungkin juga tidak menemukan.

Pada intinya ada tiga tugas  yang harus dipikul oleh fenomenologi agama yaitu :
  1. Mencari hakikat ketuhanan
  2. Menjelaskan teori wahyu 
  3. Meneliti tingkah laku ke agamaan
Sedangkan bidang garap Fenomenologi adalah Pertama, menerangkan apa yang sudah diketahui yang terdapat dalam sejarah agama. Kedua, fenomenologi berusaha menyusun bagian pokok agama atau sifat alamiah agama. Ketiga, Fenomologi tidak mempersoalkan apakah gejala kegamaan itu benar, apakah bernilai, dan bagaimana dapat menjadi demikian, atau menentukan lebih besar atau kecilnya nilai keagamaan mereka. sekali pun ia berusaha untuk menentukan nilai keagamaannya, ini adalah nilai yang dimiliki oleh pemeluk-pemeluk agama itu sendiri, dan nilai semacam ini tidak pernah bersidat relatif, tetapi selalu absolut. oleh karena itu, titik berat yang dibicarakannya adalah bagaimana kelihatannya, dan dengan cara (bagaimana) ia menampakkan diri kepada kita.

Dengan melihat pada bidang garap sebagaimana diuraikan di atas, maka secara khusus dapat kita cermati bahwasannya yang menjadi obyek fenomenologi adalah :
  1. Menemukan Intisari 
  2. Menemukan struktur
  3. Mencari inner meaning
  4. Membuat klasifikasi, tipologi dan penyisteman fenomena
  5. Mencari motif dasar
  6. Mencari alur perkembangan gejala dari waktu ke waktu


Kamis, 15 Oktober 2015

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1437

1 MUHARRAM 1437 HIJRIYAH


Tanggal 1 muharram tahun ini jatuh pada tanggal 13 oktober 2015 hari rabu libur dan  di kelas saya KPI mengadakan kumpulan jam 8 pagi untuk membahas grebek suro, porseni santri, dan pelobian mata kuliah  dipercaya untuk menjadi crew dokumentasi dalam acara tersebut dan berpartisipasi dalam acara rutinan FUAD dengan hasil diskusi tersebut  kamis dan jumat libur : 
  • mata kuliah akhlaf tsawuf dilobi senin jam ke 3 lokal aula (UKM)
  • mata kuliah ushul fiqih dilobi sabtu jam ke 1 lokal kondisional 
  • mata kuliah BTQ libur, minggu depan pertemuan langsung dua materi)
  • mata kuliah pendidikan pancasila libur
  • mata kuliah bahasa indonesia di lobi selasa jam ke 2 lokal U2, menggantikan ilmu kalam untuk sementara
Dan saya sendiri tidak mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan membantu teman berfoto baju clothing sampingan usaha clothing online maupun menetap  dan ada  kegiatan lain hari kamis ini menemani adik di baptis kediri kontrol saja. hari sabtu besok sudah masuk dengan jadwal yang sudah diatur.

Semoga kerukunan antar sesama muslim dapat terjaga juga dengan semua makhluk ALLAH di atas bumi ini maupun di dalamnya.

  

D. STUDI ISLAM DI INDONESIA

D. STUDI ISLAM DI INDONESIA 

Catatan Kamarus zaman Bustamam-Ahmad :
  • Pertama, studi islam di Indonesia telah dimulai sejak islam datang pertama kali di Indonesia.
  • Kedua, pengaruh pemikiran islam modern di Indonesia berawal dari pembaru pemikiran Timur Tengah dan Asia Selatan.
  • Ketiga, corak pemikiran islam modern pada masa pasca Kemerdekaan agak tersendat sebagai akibat suasana politik bagian Indonesia kala itu yang tidak mendukung.
  • Keempat, perkembangan islam modern baru berkembang setelah Nurcholish Madjid dengan pidatonya pada 3januari 1970 memberi statemen tentang Islam Yes , Partai Islam No !!!. Inilah awal dari kancah pemikiran modern bangkit kembali dengan menggunakan istilah Neo-Modernisme.
  • Kelima, pada Masa Nurcholish Madjid banyak dipengaruhi metode berpikir barat yang menggunakan mrtodologi dalam mengkaji islam.

Menunjukkan bahwa studi Islam di Indonesia selalu dinamis, berkembang dan mengalami perubahan demi Kontekstualisasi dengan realitas yang ada.

Gejala baru dalam studi Islam yang penting untuk diperhatikan :
  • Pertama, pendekatan yang beragam memahami keislaman digabungkan pendekatan normatif dengan analisis sosio-historis
  • Kedua, Pengenalan terhadap berbagai pandangan dan argumentasi yang berkembang dalam tradisi Keislaman
  • Ketiga, IAIN (dan STAIN) telah memantapkan diri menjadi institusi akademik
  • Keempat,  sebagai centre of exellence bagi pendidikan dari penelitian islam di indonesia, tradisi baru IAIN perlu mengembangkan yang sering disebut sebagai local contest dan local content dari islam di indonesia.
Bagaimana formulasi studi islam kontemporer yang selaras dengan dinamika dan tuntutan zaman?
Menurut Zuhri, studi islam kontemporer berangkat dari dua narasi besar (grand naration):
  1. Studi  Islam tradisional, studi islam dikembangkan oleh kalangan nternal islam
  2. Studi Islam Non-tradisional , studi islam dikembangkan oleh kalangan intelektual dikalangan islam
Menurut Zuhri prospek masa depan studi islam sangat tergantung pada bagaimana proses dialektis antara  ide yang muncul dari realitas historis sosialnya dan ide ketika dibenturkan kepada realitas faktual sosialnya.

Menurut Zuhri , studi Islam harus berangkat, untuk, dan terpola oleh kekuatan sosial yang mengada. kekuatan sosial tidak berada dalam arti politik, tetapi berada dalam kekuatan sosial dalam arti kebudayaaan yang tersadarkan. sesungguhnya, pewacanaan islam, apapun bentuknya, baik yang fundamentalis, liberalis, tradisionalis, maupun modernis, berlomba-lomba dalam ide-ide mereka di tengah masyarakat yang aktif dan pasif.  keduanya secara bersamaan terbawa dalam proses penerimaan dan penolakan yang sama-sama jatuh pada kekuatan sistem yang dominan. 

Rabu, 14 Oktober 2015

C. STUDI ISLAM DI TIMUR

C. STUDI ISLAM DI TIMUR

Karakteristik studi islam dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor kebijakan politik, dinamika sosial  budaya, latar belakang pemegang kebijakan pendidikan, perkembangan ekonomi dan berbagai faktor lainnya.

Di universitas Teheran ini, studi islam dilakukan dalam satu fakultas disebut kulliyat illahiyat (fakultas agama).Di universitas Damaskus Syria, studi islam ditampung dalam kulliatu Al-Syariah (fakultas syariah). di dalamnya ada program studi Ushuluddin, Tasawuf, Tafsir.

Di Aligarch University India
  • Pertama, islam  sebagai doktrin dikaji dalam fakultas ushuluddin mempunyai dua jurusan: jurusan Madzhab Ali Sunnah dan Syiah.
  • kedua, islam sebagai sejarah dikaji pada Fakultas Humaniora berdiri sejajar dengan jurusan politik, sejarah dan lain-lain

Di Universitas Islam Internasional Malaysia, program studi islam Fakultas Ilmu Kewahyuan dan Ilmu Kemanusiaan dalam Fakultas ini juga ada jurusan-jurusan psikologi, sosiologi, filsafat, ilmu politik dan lain-lain.

Di Universitas Al-Azhar Mesir yang menjadi imam bagi IAIN dari segi Metodologi mendekati islam, paling kurang pada awal-awalnya studi Islam telah berubah bentuk pengorganisasiannya.

Melihat paparan ini dapat disimpulkan bahwasannya studi Islam di Timur Tengah, sebagaimana studi islam di barat dan berbagai negara lainnya, juga tidak seragam.

Jumat, 02 Oktober 2015

PEMBAHASAN

WAKTU PRESENTASI

akhirnya giliranku maju di depan kelas di kala itu pak dosen memanggil untuk para pria maju dan aku pun merasa pria disitulah aku maju membacakan hasil resume, mengenai Bab 2 Dinamika Perkembangan Studi Islam yang bagian sejarah awal studi islam setelah  membaca satu halaman buku dengan singkat padat dan jelas. dan beliau pun menjelaskan yang  sejarah studi islam dan aku mencatat dan aku garis bawahi materi yang tidak dimengerti. dan  setelah itu lanjut yang bagian studi islam di barat beberapa anak sudah maju untuk mempresentasikan dan belaiu pun menjelaskan tentang bab tersebut juga.

Hasil yang saya peroleh dari pembahasan kali ini, tentang Transliterasi, Bahasa dan Baca.
orang-orang eropa sampai abad 12 itu masih disebut orang-orang terbelakang, bila kita baca buku doktrin peradaban diceritakan bahwa samapi abad 14, orang barat itu masih menyebut bit ah dan dilarang dilakukan untuk sehari mandi 2x apalagi 3x yang tidak bit ah adalah mandi seminggu sekali.Dan eropa menjadi negara maju kenapa? karena dengan proses Transliterasi, Bahasa dan Baca.

Orang kalau bisa  menguasai bahasa biasanya akan banyak membaca,  seperti negara-negara singapura, korea, jepang yang sudah maju. individual yang pribadi  kita menjadi unggul dan memiliki kemampuan membaca. minimal menguasai satu bahasa asing ( bahasa international ) kalau kita bisa menguasai bacalah terlebih dahulu nggak mungkin, misal kita bisa bahasa inggris tanpa membaca.
kalau ingin maju menguasai Transliterasi, bahasa, dan baca.

Jepang kenapa jepang bisa melesat maju sekarang ini padahal pada tahun 1964 jepang itu masih terbelakang di mulai dari restorasi meiji, meiji itu kaisar jepang yang dulunya sebelum meiji jepang itu tidak boleh berinteraksi, pokoknya dijepang menjadi negara yang tertutup, jaman meiji itu dirombak buka jepang seluas-luasnya setiap buku yang membawa kemajuan jepang. Di jepang itu kalau naik kereta pilihannya ada 2 pertama membaca dan kedua tidur.
Apakah itu bisa kita lakukan? tentu saja bisa dalam buku yang berjudul buku ubah takdir baca dan nulis beliau adalah tamatan SMA, tetapi beliau mengalami perkembangan nasib yang luar biasa jadi seorang penulis dan pengarang terkenal karena yang membuat beliau berubah membaca dan menulis.

Orang yang pengen maju seperti kita, harus banyak baca, membaca itu tidak harus dilakukan berjam-jam terus-menerus, boleh saja kita mengambil point-point penting misal kita baca setengah halaman berhenti sejenak dilanjutkan nanti tidak apa-apa dan dampaknya merasa kalau kita berbicara dengan orang minimal kita mengerti.
Nanti di akhir perkuliahan menulis skripsi mencari referensi enak apalagi punya buku pengetahuan kita akan meningkat. maka sedikit demi sedikit harus baca memperkaya pengetahuan kita. kembali lagi kita harus menguasai Transliterasi, bahasa dan baca.

Kata pak Ngainun dulu beliau pernah sebelum nulis banyak,  punya catatan harian dan waktu itu belum ada komputer masih mesin ketik dan tulis tangan. kalau beliau  membaca buku hariannya akan tertawa walaupun itu sudah lama hehehehe.... wajar aja pak masa muda.

Kata para Sastrawan "Hal yang paling sedih dan mengecewakan di masa lalu kalau anda tulis akan jadi humor dimasa depan" 
Pluralistic approach contoh saja kita  melihat ada tetangga kita tidak sholat maka kita jangan langsung menganggap kafir, kalau langsung menyebut dia kafir itu namanya monolithic approach.
Pluralistic approach pendekatan yang diamati jadi misalnya tidak sholat mungkin karena:
  1. Dia belum bisa  sholat
  2. Dia dilingkungan yang tidak sholat
  3. Dia malas
Banyak sudut pandang sebelum kita mengambil kesimpulan itu namanya pluralistic approach
 
Pembahasan studi islam di barat adalah yang ingin dicapai Harun Nasution dalam pemahaman keagamaan diharapkan mampu mempengaruhi cara pandang dan untuk menghargai perbedaan. jadi kalau di masyarakat ada NU, Muhammadiyah, LDII, dan sebagainya itu jangan kemudian kita mudah menyalahkan orang lain kata pak harun. tapi bagaimana kita menghargai perbedaan itu namanya Pluralistic approach.
Belum tentu kita yang lebih baik, tapi kita harus meyakini bahwa apa yang kita anut itu adalah keyakinan, tapi jangan menyalahkan orang lain maksudnya seperti itu. kalau keyakinan kita, kita terlahir sebagai NU, terlahir sebagai Muhammadiyah, terlahir sebagai LDII dan saya pegang ini dengan kuat, tetapi tidak mudah menyalahkan orang lain makanya itu, namanya pluralistic approach. 

 

   


Rabu, 30 September 2015

BAB 2

DINAMIKA PERKEMBANGAN
STUDI ISLAM

A. SEJARAH AWAL STUDI ISLAM 

Awal pertumbuhan islam pada massa hidup Nabi Muhammad SAW. praktek pada masa Nabi untuk memahami ajaran islam dalam bentuk khutbah, dalam bentuk dialog dan bentuk forum-forum diskusi tempat yang digunakan di masjid (halqah dan ribath).

Dicatat oleh Azra dari sisi kelembagaan, studi islam mengalami perkembangan di rumah-rumah para alim sistem khuttab, berkembang ke masjid-masjid dan berlanjut sistem madrasah.
Menurut Stanton, Khuttab menjadi dua yaitu Khuttab Sekuler diajarkan tata bahasa dan Khuttab Agama diajarkan khusus materi agama.

Aspek penting studi islam adalah perpustakaan dengan beberapa nama yaitu Dar (rumah), Bayt (rumah), dan Khizanah (gudang) digabungkan kata Al-'ilm (pengetahuan), Al-Hikmah (Kebijaksanaan), dan Ak-kutub (buku).

Berkembangnya Studi Islam di barat di tandai penyalinan manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad 13 masehi hingga bangkitnya zaman bangunan (Renaissance)  pada abad ke-14.

Penyalinan naskah ini adalah terbukanya perkembangan cabang-cabang ilmiah di barat. menimbulkan perdebatan secara luas, penyalinan naskah terus berlanjut tanpa bisa dihentikan. Kajian ini Kontroversial memengaruhi terhadap kajian islam yaitu Orientalisme.

B.  STUDI ISLAM DI BARAT

Hary A. Peeze mahasiswa Indonesia pertama melakukan studi di barat. studi di barat masa itu lebih dilatar belakangi oleh kepentingan politis pemerintahan kolonial belanda dan orang indonesia, pertama kali melakukan studi islam M. Rasjidi. tokoh penting lain adalah Harun Nasution menempuh pendidikan di Kairo dan di Kanada lebih tepatnya lagi di McGill.

Harun Nasution dengan pemikiran keislaman dikenal sarjana yang sangat konssisten menyuarakan pluralistic approach ( pendekatan beraneka ragam ). cara berpikir umat untuk menghargai perbedaan.

Harun sangat intens mengembangkan studi islam sebagai centre of exellence ( pusat keunggulan ). harun mengubah sistem kuliah menjadi diskusi, membiasakan budaya menulis ilmiah.

Kepergian Mukti Ali ke Kanada dilandasi oleh keinginannya mencari apa yang dia rasakan sebagai kelemahan dari studinya di pakistan yaitu lemahnya Metodologi.

Jumat, 18 September 2015

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Pada pertemuan ketiga ini membahas tentang Pendekatan, Metode, Metodologi dan Tujuan Studi Islam dan ada 2 orang presentasi setelah itu membahas hasil presentasi itu. 

Tugas Skripsi:
-Cara mengamati Penelitian adalah observasi
-Wawancara
-Dokumentasi 


Menjelaskan bahwa:
Pendekatan misalnya saja  ketika kita mengerjakan skripsi dan berwawancara dengan narasumber, saat kita tanya sangat aktif sekali untk menanggapi jawaban yang telah kita utarakan.
Metode dengan kita berwawancara dengan narasumber, kita sudah mengajukan pertanyaan tapi narasumber ini masih saja pasif tidak menjelaskan secara rinci. 
Metodologi adalah cara yang lebih terperinci mengenai tahap -tahap penelitian.
 Teknik dan Riset sama dengan strategi ,misalnya saja sebelum wawancara berfikir bagaimana menanyakan agar bisa jaga jarak. apa dengan merekam, daya ingat atau mencatat. (Berfikir cara wawancara disebut Teknik.)
Mengenai pernyataan diatas ada juga pembahasan lain tentang point-point penting:
Aristoteles yaitu filosof dunia ( teori  ). dengan teori-teori masih konsep.
Francis Bacon & Roger Bacon ( Metodologi ). menghasilkan cara atau inovasi.

Banyak produk-produk dari eropa yang awal mulanya pencetus pertama penemuan, seperti saja Laptop waktu dulu yang beratnya dulu 5 kg  dan orang asia pun membuat kreasi khususnya china dan jepang melakukan  perubahan  lebih mudah dibawa kemana-mana, agar lebih praktis.
"Inovasi dapat dihancurkan oleh Kreasi"
sebenarnya indonesia juga bisa tapi ada faktor penghambat untuk memulai diantara lain:
-Indonesia  relatif putus asa
-Indonesia mental instan
-Indonesia tidak berpikir metodologis
-Tidak yakin

Maka dari itu , sebagai anak muda penerus bangsa kita menyadari kemampuan kita dimana dan tujuan kita apa dan juga kita yakini dengan proses entah itu cepat atau lama jalani saja akan membuahkan hasil nantinya percayalah dan tekunilah.....................

"Tidak genius tidak apa-apa jadilah di atas Rata-Rata"
Dan juga perlu diingat:
Akidah ~ ibadah (harga mati) tidak bisa  ditawar sepanjang kita beralasan tidak boleh ditawar.
Muamalah ~ kita memahami hakikat islam. kita dilarang fanatik.

Rabu, 16 september 2015

Jumat, 11 September 2015

CARA METODE RESUME

CARA METODE RESUME

Hari rabu saat itu di mulai dengan hasil presentasi yang cukup berjalan alot dengan topik yang telah ditentukan yaitu masih bab pertama mengenai pengertian studi islam dan obyek studi islam udah 4 anak telah memberikan hasil presentasinya, namun masih ada yang kurang karena cara meresume ada yang benar memahami sebuah bacaan point point penting saja  dan pak dosen pun menjelaskan cara meresume atau bisa dikata akademik reading . 
( ''-___-'')
Yang saya dapatkan adalah membaca terlebih dahulu setiap paragraf  dan memahami sebuah bacaan serta menandai point-point penting yang berkaitan yang kita mau presentasikan. tidak perlu panjang-panjang karena kalau kita menemukan sebuah kata penting kita bisa kembangkan. dan yang terpenting kita bisa memahami bacaan tersebut.
09 september 2015


Selasa, 08 September 2015

BAB 1


A. PENGERTIAN STUDY ISLAM

Istilah studi islam dalam bahasa inggris adalah islamic studies dan dalam  bahasa arab adalah dirasat al -islamiyyah. kata studi memiliki berbagai pengertian . rumusan Lester grow dan Alice grow adalah kegiatan secara sengaja diusahakan maksud untuk memperoleh keterangan , mencapai pemahaman yang lebih besar atau meningkatkan suatu ketrampilan.

Sementara mohammad hatta mengartikan studi untuk mengerti kedudukan masalahnya , mencari pengetahuan di dalam hubungan sebab akibat . bukan menghafalkan dan menerima siapa saja dibentangkan orang lain, melainkan memahaminya dengan pikiran yang kritis.
Keterangan diuji benarnya di atas dua macam batu ujian : benarkah logikanya dan sesuaikah ia dengan kenyataan? kemudian, kenyataaann itu sendiri menjadi soal.

Perkembangan pendapat tentang suatu masalah dengan mencari keterangan tentang apa yang menjadi sebab dimana letaknya perlainan pendapat itu dari masa ke masa dari ahli ke ahli. kata islam berasal dari kata aslama yang berarti patuh dan berserah diri. orang yang menyatakan dirinyaislam atau berserah diri ,tunduk dan patuh kepada kehendak penciptanya disebut Muslim. kedamaian akan tercipta dengan adanya penyerahan serta kepatuhan (Islam) kepada sang pencipta.

Salah satu rumusan definisi islam adalah Wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.sebagaimana terdapat dalam AL-QUR'AN dan AL-SUNNAH, berupa undang-undang serta aturan-aturan hidup sebagai petunjuk bagi seluruh manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian hidup didunia dan akherat

Sebagai contoh pengertian studi islam dibuat oleh Muh Nur Hakim.
menurut Nurhakim mengungkapkan beberapa maksud :
* PERTAMA, Studi Islam dikonotasikan dengan aktivitas-aktivitas dan program-program pengkajian dan penelitian terhadap agama.
 *KEDUA, Studi Islam yang dikonotasikan  dengan materi , subjek bidang dan kurikulum suatu kajian atas islam seperti ilmu ilmu agama Islam (Fikih atau Kalam).
*KETIGA, Studi Islam dikonotasikan dengan institusi-institusi  pengkajian islam, secra formal di UIN,IAIN atatu STAN. maupun secara non formal, seperti pada forum-forum kajian dan halqalah-halqalah. dengan demikian istilah Studi Islam bisa dipergunakan di kalangan akademi secara bebas.

Sementara Jacques Waardenburg bahawa studi islam meliputi kajian agama islam dan tentang aspek-aspek ke islaman masyarakat dan budaya muslim. ia mengidentifikasikan. Tiga pola kerja berbeda yang masuk dalam ruang studi islam .
*PERTAMA, Pada umumnya agama islam dikembangkan oleh sarjana Muslim untuk memperoleh ilmu pengetahuan  dan kebenaran keagamaan islam. Kajian ini mencakup kajian-kajian seperti tafsir al-qur'an,ilm al-Hadist,yurispendensi (fiqh), dan teologi metafisika (ilm al-kalam). kajian ini banyak berkembang di masjid, Madrasah dan berbagai lembaga Pendidikan lainnya.
*KEDUA, Kajian semacam ini juga dilakukan oleh intelektual Muslim maupun non Muslim. di mana mereka berusaha melakukan observasi dengan aturan-aturan umum yang ada dalam penelitian keilmiahan yang kemudian sering disebut dengan studi-studi Islam.
*KETIGA, Kajian ini mengambil dari sudut pandang sejarah, literatur atau Sosiologi dan Antropologi budaya dan tidak hanya terfokus pada satu perspektif saja yaitu studi agama 


B. OBYEK STUDI ISLAM

Mengapa islam menjadi obyek ? aspek apa yang menjadi sasaran? bisakah islam menjadi obyek Studi ?


Dalam  analisis Taufik Abdullah. keagamaan ini terletak pada sifat mendua dari penelitian agama: Penelitian agama sebagai cara mencari kebenaran dari agama dan sebagai sebuah usaha untuk menemukan dan memahami kebenaran dari realitas empiris. menurut Taufik Abdullah dikategorikan menjadi tiga yaitu agama sebagai doktrin, kategori pertama mempersoalkan substansi ajaran. Kategori kedua meninjau agama dalam kehidupan sosial dam dinamika sejarah.

Pendapat senada diungkapkan Moh. Nurhakim memang tidak semua aspek agama khususnya Islam, dapat menjadi obyek studi. dalam konteks khusus Studi Islam ada beberapa aspek tertentu dari islam yang dapat menjadi obyek studi, yaitu: Pertama, Islam sebagai doktrin dari Tuhan yang kebenarannya bagi para pemeluknya sudah final dalam arti absolut. dan diterima secara apa adanya. Kedua, sebagai gejala budaya yang berarti  seluruh apa yang menjadi kreasi manusia dalam kaitannya dengan agama, Ketiga sebagai interaksi Sosial, yaitu Realitas Umat Islam.

Sementara menurut M. Amin Abdullah terdapat tiga wilayah keilmuan agama Islam dapat menjadi obyek Studi Islam :
*PERTAMA, Wilayah praktek keyakinan dan pemahaman terhadap Wahyu yang telat diinterpretasikan sedemikian rupa oleh para ulama.
*KEDUA, Wilayah teori-teori keilmuan yang dirancang dan disusun sistematika dan metodologinya para ilmuwan, para ahli, dan para ulama sesuai bidang kajiannya masing-masing apa yang disebut Ulum Al Tafsir, Ulum Al hadis, Islamic thought (Kalam, Falsafah dan Tasawuf ), hukum pranata sosial (fikih) , Sejarah dan peradaban Islam, pemikiran Islam dan Dakwah Islam, ada pada wilayah ini.
*KETIGA, adalah telah krtitis, yang lebih populer disebut metadiscourse, terhadap sejarah perkembangan jatuh bangunnya teori-teori yang disusun oleh kalangan ilmuwan dan ulama pada lapis kedua.Teori yang berlaku pada wilayah kalam didialogkan dengan teori yang berlaku pada wilayah tasawuf, dan begitu selanjutnya. Belum lagi jika teori-teori yang berlaku dalam wilayah Islamic Studies pada lapis kedua dihadapkan dan didialogkan dengan teori-teori di luar disiplin keilmuan agama islam, seperti disiplin ilmu keamalan, ilmu budaya, ilmu sosial dan Religious Studies. Wilayah pada lapis ketiga yang kompleks dan Sophisticated Inilah yang sesungguhnya dibidangi oleh filsafat ilmu-ilmu keislaman.

M. Atho' Mudzhar menyatakan bahwa objek kajian agama Islam adalah substansi ajaran-ajaran islam, seperti kalam, fiqih, dan tsawuf. Dalam aspek ini, agama lebih bersifat penelitian budaya.
Secara lebih terperinci, dalam mempelajari suatu agama, ada lima bentuk fenomena agama sebagai bentuk kebudayaan yang perlu untuk diperlihatkan. Lima hal tersebut adalah:
1. Naskah-naskah (scripture) atau sumber ajaran dan simbol-simbol agama.
2. Sikap, perilaku dan penghayatan para penganut atau tokoh-tokoh agama.
3. Ritus -ritus , Lembaga-lembaga dan ibadah-ibadah agama, seperti shalat, Haji, Puasa, Zakat, Nikah dan sebagainya.
4. Alat- alat  atau sarana peribadatan, Seperti Masjid, Peci dan sebagainya.
5. Lembaga atau Organisasi  keagamaan tempat para penganut agama berkumpul dan berperan.



C. PENDEKATAN, METODE, METODOLOGI

Metode merupakan cara mengerjakan sesuatu ( A way of doing something ). Sementara pendekatan adalah cara memperlakukan sesuatu  ( A way of dealing with something ). 
Pendekatan cenderung menganggap sebuah objek sebagai sesuatu yang aktif.
 Ketika seseorang akan memperlakukan sesuatu, misalnya saja,  Kuda sebagai objek yang aktif, maka ia berarti  sedang melakukan pendekatan terhadap kuda. Sementara ketika ia memperlakukan perawatan terhadapnya, kuda dianggap sebagai benda pasif, maka sesungguhnya ia sedang melukan metode perawatan kuda. Dalam konteks kajian islam, ketika seseorang ingin mengkaji islam, dan menganggapnya sebagi sebuah entitas yang aktif dan dinamis, maka sesungguhnya ia sedang melakukan ia sedang melakukan pendekatan islam. Namun, bila ia memperlakukan islam sebagai sesuatu yang statis , maka ia akan menggunakan suatu metode terhadap islam.

Sementara metodologi berasal dari tiga kata Yunani, yaitu meta, hetodos, dan logos. Meta berarti menuju, melalui, dan mengikuti. Hetodos berarti jalan atau cara. Maka kata Methodos (metode) berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. Dengan demikian, metode merupakan langkah-langkah praktis dan sistematis yang ada dalam ilmu-ilmu tertentu yang sudah tidak dipertanyakan lagi karena sudah bersifat aplikatif.

Dengan demikian, metode mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemajuan atau kemunduran. Bahkan secara tegas Mukti Ali menyatakan bahwa yang menyebabkan maju atau mundurnya adalah karena metode penelitian, karena cara melihat sesuatu, bukan hanya karena ada atau tidak adanya orang genius.

Untuk memperkukuh pendapatnya, Mukti Ali mengambil contoh bahwa pada abad keempat dan kelima sebelum masehi, banyak pemikir genius yang tidak bisa dibandingkan dengan orang-orang genius abad empat belas ,lima belas dan enam belas masehi. Aristoteles [384-322], kata Mukti Ali, jauh lebih genius dari francis Born [1561-1626], dan Plato jauh lebih genius dari Roger Bacon [1214-1294].
 Apa yang menyebabkan dua Bacon [Roger Bacon dan Francis Bacon] tersebut menjadi faktor dalam kemajuan Sains, sekalipun tingkat kejeniusannya dibawah Aristoteles dan Plato ? sebabnya karena kedua bacon tersebut menemukan metode berpikir yang benar , yang dengan metode itu, sekalipun kecerdasan nya biasa aja, dapat menemukan kebenaran, sedang pemikir-pemikir genius yang besar, apabila tidak mengetahui metode yang benar dalam melihat sesuatu dan memikirkan masalah-masalahnya, maka mereka tidak dapat memanfaatkan kejeniusannya.


D. TUJUAN STUDI ISLAM

Agama Islam diturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk membimbing, mengarahkan, dan menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangan agama-agama dan budaya umat manusia.
agama-agama dan budaya awalnya  hanya berdasarkan kepada daya nalar dan tidak sedikit yang mengarah kepada penyimpangan, diarahkan oleh islam menjadi agama monoteisme yang benar. Namun demikian bukan berarti agama islam memberikan kesempatan secara luas kepada manusia untuk mendayagunakan akal budinya secara maksimal, namun jangan sampai penggunaan melampui batas dan keluar dari rambu-rambu ajaran Allah.

Kedua, Mempelajari secara mendalam terhadap sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi dan dinamis serta aktualisasinya sepanjang sejarah. studi ini berdasar bahwa agama Islam adalah agama samawi terakhir yang membawa ajaran yang bersifat final, mampu mecahkan persoalan kehidupan manusia, menjawab tantangan, senantiasa aktual sepanjang masa. Namun demikian, aktualitas ajaran ini sering harus berhadapan dengan beraneka permasalahan dan tantangan yang tidak kecil dan ringan. Pada kondisi semacam ini, studi Islam berusaha untuk memberikan kontribusinya dalam menjawab aneka persoalan tantangan yang ada.

Ketiga, Mempelajari secara mendalam terhadap pokok isis ajaran Islam yang asli, dan bagaimana operasionalisasi dalam pertumbuhan budaya dan peradaban Islam sepanjang sejarah.

Keempat, Mempelajari secara mendalam terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran islam dan bagaimana perwujudannya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya peradaban manusia pada zaman modern ini

Dengan kerangka tujuan semacam ini, studi islam diharapkan tidak sekedar sebagai sebuah wawasan normatif, tetapi juga kontekstual, aplikatif, dan memberikan konttribusi konkret terhadap dinamika dan perkembangan yang ada.



    

 
 









 


Rabu, 02 September 2015

MUKADDIMAH

 METODOLOGI  STUDI ISLAM

            Saya  Yoga Dany Damara, mahasiswa baru yang bertempat di salah satu program studi baru yaitu Komunikasi Penyiaran Islam  di IAIN Tulungagung di kota kecil ini.
 Ya aku baru pertama kali ini mendengar ataupun mepelajarinya  awalnya sih
bertanya -tanya, pelajaran apa itu ? tapi dengan Pembawaan beliau pak Dr. Ngainun Na'im dengan kata - kata sederhananya memotivasi, meskipun dengan sebuah perkenalan mata kuliah hari ini sangat membuatku penasaran .beliau orangnya ramah dan bercanda mungkin dengan metode ini  dengan proses pembelajaran  semua merasa nyaman dan terkendali  semoga bermanfaat amin.

02-09-2015