Rabu, 28 Oktober 2015

Hari UTS

UTS METODOLOGI STUDI ISLAM 

Pada hari ini tepat pukul 10.20 untuk pertama kalinya melaksanakan ulangan tengah semester dengan mata kuliah metodologi studi islam, ketika pak Ngainun datang tepat waktu. semua langsung masuk ruang kelas dengan hening pun duduk sesuai tempatnya tak sabar menanti soal untuk dikerjakan ternyata tak lama kemudian hanya 3 soal meliputi  sejarah studi islam, pendekatan sejarah dan studi islam di barat intinya ketiga soal itu menjelaskan sejarah apa yang sudah kita resume sebelumnya  dan aku sendiri menjawab dengan sebisa saya berharap nilai yang memuaskan untuk UTS hari pertama ini.

Jumat, 23 Oktober 2015

SEJARAH BAGIAN DARI HIDUP KITA

SEJARAH

Apa hubungan pohon dengan sejarah? cabang, tumbuh, dan berkembang. jadi misalnya ada pohon yang besar pohon itu memiliki akar, memiliki batang yang besar lalu memiliki cabang dan ranting daun maknanya Sebuah peristiwa sejarah  tidak terjadi tiba-tiba selalu ada akar peristiwa. ketika dia akan menjadi sejarah mempengaruhi terhadap peristiwa-peristiwa berikutnya Indonesia merdeka itu tidak tiba-tiba ada akar peristiwanya menjadi penyebab indonesia tidak merdeka. ketika merdeka lalu ada orde lama, orde baru, orde reformasi ditinjau dari etimologi.

Kita tidak tahu masa depan kita seperti apa tidak ada yang tahu, kita hanya bisa memprediksi. prediksi kita dengan mengacu dengan angan-angan jangan kita mempunyai IP bagus lebih bagus lebih sukses daripada teman-teman yang lebih rendah banyak faktor dalam kehidupan ini.

Pak Ngainun bercerita pada saat mengamati mahasiswa mulai mengajar di ruang perkuliahan selama 15 Tahun lalu melihat mahasiswa datang ke kampus kepentingan legalisir dan sebagainya. kemudian beliau menyimpulkan mereka yang kuliahnya sungguh-sungguh nanti hasil ketika mereka lulus dan kembali ke masyarakat akan berbeda dengan mereka yang tidak bersungguh-sungguh jadi sejarah mengacu kepada apa yang kita lakukan hari ini dan sejarah itu fakta tidak ada sejarah itu fiksi harus ada bukti.

Mengenai Interpretasi ( di tafsirkan ) misalnya kita punya teman versi kita dengan versi beberapa teman pasti akan berbeda orang A itu lo sombong tidak pernah tanya kepada orang la itu bukannya sombong tapi dia pendiam jadi ketika orang melihat dari perlakuan yang sama.

Sejarah sudah ditulis akan menjadi sebuah buku. misalnya kita biasakan mencatat proses yang sudah kita tulis di blog dalam  1 tahun 2 tahun sampai  4 tahun kedepan sudah menjadi sebuah buku. kata Pramudiana
"Hidup itu akan indah ketika ditulis walaupun yang anda tulis itu peristiwa menyedihkan"
Ketika kita mempunyai pengalaman yang menarik adakalanya selalu kita ingat tapi, pengalaman seperti itu tidak akan indah walaupun di ingatan karena ingatan itu terbatas.
''Ingatan kita mudah lupa tapi Tulisan kita selalu mengingatkan"
Karena peristiwa biasa ketika di tulis kemudian diolah akan menjadi luar biasa mempunyai daya imajinasi sendiri dan bisa dikembangkan. tulislah lewat hidup kita mulai sekarang tidak perlu menjadi orang besar pengalaman-pengalaman hidup kita itu penting didokumentasikan akan menjadi pembeda kita dari orang lain seperti halnya perbedaan generasi muda dan tua, ketika kita bicara dengan kakek kita ataupun nenek kita selalu berkata "jaman dalu" waktu kakek masih seperti kamu dulu pernah makan di warung ini pernah ke pasar , pernah melewati jalan ini dan sebagainya. karena apa dia sudah selesai tentang memikirkan masa depannya, jadi dulu kakek selalu menceritakan "dulu disini tempat makan yang paling enak"sementara kita terobsesi dengan masa depan  maka dari itu kita sebagai anak muda harus semangat jadikan hidup lebih berarti banyak-banyaklah membuat hal yang baru pengalaman yang baru agar nantinya disaat tua nanti kita bisa menceritakan kepada anak cucu kita.

"Marilah buat sejarah dalam hidup kita"

 

BAB V BERBAGAI PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM

BERBAGAI PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM

A. PENDEKATAN SEJARAH

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajarah (pohon) dan dari kata History dalam bahasa  Inggris yang berarti cerita atau kisah. pengertian istilah sejarah itu juga bisa mengacu kepada dua konsep terpisah :
  1. Sejarah yang tersusun dari serangkaian peristiwa masa lampau, kseluruhan pengalaman manusia
  2. Sejarah sebagai suatu cara yang dengan fakta-fakta diseleksi, diubah-ubah, dijabarkan dan dianalisis
Hugiono dan P.K. Poerwantana mendefinisikan sejarah sebagai rekontruksi peristiwa masa lampau yang dialami oleh manusia diberi Tafsiran dan Analisis kritis, sehingga mudah untuk dimengerti dan dipahami.

Kata Kuntowijoyo 
"Sejarawan itu ibarat orang naik kereta api dengan melihat ke belakang. ia dapat menoleh ke   kanan dan ke kiri yang tidak bisa dikerjakan ialah melihat kedepan"
Berkaitan Kuntowijoyo penting berkaitan dengan sejarah :
  1. Sejarah itu fakta 
  2. Sejarah itu Diakronis ,Ideografis dan Unik sejrah itu memanjang dalam waktu sedangkan ilmu sosial itu Sinkronis artinya, Sejarah itu memanjang dalam waktu sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruangSejarah juga disebut sebagai ilmu yang idiografis (bahasa Yunani Idios artinya pembawaan seseorang kekhasannya)
  3. Sejarah itu empiris, empiris berasal dari kata Yunani Empiria artinya pengalaman 
Meninjau obyek penelitian dengan pendekatan sejarah salah seorang ilmuwan yang melakukannya adalah Ira M. Lapidus menurut :
Pertama, Periode Awal Peradaban Islam di Timur Tengah dalam periode tersebut dapat diperinci menjadi tiga  fase besar :
  1. Fase penciptaan komunitas baru yang bercorak Islam di Arabia
  2. Fase penakhlukan Timur Tengah oleh Masyarakat Arab Muslim
  3. Fase peranan nilai-nilai Islam dan kelompok elit Islam mengubah mayoritas masyarakat Timur Tengah.
Kedua, Periode Penyebaran Global Masyarakat Islam pada abad XII
Ketiga, Perkembangan Modern Umat Islam pada abad XIX hingga abad XX masehi
Adapun prosedur melaksanakan penelitian sejarah agama :
Pertama, persiapan sebelum penelitian judul adalah abstraksi dari topik di dalam sebuah judul mencakup unsur objek, subjek lokasi dan waktu. dalam proposal penelitian sejarah mencakup sub pembahasan :
  1.  Judul Penelitian
  2. Latar Belakang
  3. Permasalahan 
  4. Tujuan Penelitian 
  5. Tinjauan Penelitian
  6. Landasan Teori
  7. Metode yang digunakan 
  8. Sistematika atau alur pembahasan 
Kedua, pengumpulan sumber sejarah (Heuristi) sejarah yang digunakan mempunyai nilai akurat, autentik dan kredibel :
  1. Sumber  tertulis, seperti kitab, majalah, buku, arsip dan sebagainya dikumpulkan berdasarkan fakta melalui telaah teks 
  2. Sumber Visual dan Audio Visual 
  3. Benda-benda sejarah menjadi bukti sejarah 
  4. Sumber lisan, yaitu penuturan Lisan dari pelaku sejarah dan penyaksi adanya peristiwa sejarah
B. PENDEKATAN FENOMENOLOGI 
Dalam catatan Muhadjir, istilah fenomenologi digunakan sejak Lambret yang sejaman dengan Immanuel Kant juga Hegel, sampai Pierce. Kant misalnya membedakan antara phenomenon dan neumenon. Phenomenon adalah obyek yang kita alami dan kejadian yang terjadi. sedangkan Hegel memandang phenomenon sebagai tahapan untuk sampai ke noumenon.
Sejak zaman Edmun Husserl (1859-1938) arti fenomologi telah menjadi filsafat dan menjadi metodologi berpikir. dalam pandangan Hussel, fenomologi adalah suatu disiplin filsafat yang solid dengan tujuan membatasi dan melengkapi penjelasan psikologis murni tentang proses-proses pikiran. fenomologi Hussel orang harus paham istilah noema. Noema adalah kumpulan semua objek, tidak lain hanyalah sebuah ide tentang makna mengenai segala tindakan jadi membedakan antara sebuah ekspresi makna dengan rujukannya.
Noema ini memiliki dua komponen :
  1. Object Meaning yang menyatukan berbagai komponen dari pengalaman kita 
  2. The Theitic yang membedakan tindakan-tindakan yang berbeda-beda
Fenomologi Husserl dapat dibagi menjadi empat :
  1. Ia berangkat dari matematika, dam ini tersebut periode pra-fenomologi
  2. Awal fenomenologi sebagi korelasi subjektif atas logika murni sebagai tahapan usaha epistomologis yang terbatas
  3. Fenomenologi dianggap sebagai "the first philosophy" 
  4. Fenomenologi sebagai "pengatasan" idealisme
Tokoh lain yang kuat mempengaruhi pendekatan fenomenologi adalah Alfred Schultz. pegaruh lainnya berasal dari Marx Weber yang memberi tekanan pada verstehen yaitu pengertian interpretatif terhadap pemahaman manusia. Fenomenologi  menekankan pada aspek subjektif. artinya mereka berusaha untuk masuk dunia konseptual dari objek yang ditelitinya, sehingga peneliti mengerti tentang apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan di sekitar peristiwa atau objek penelitian dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun fenomenologi agama dikembangkan oleh Max Scheller, Rudolf Otto, Jean Hearing dan Gerardus van der Leeuw. tujuannya untuk memahami pemikiran, tingkah laku,dan lembaga-lembaga keagamaan tanpa mengikuti salah teori filsafat ,teologi, metafisika, ataupun psikologi.
Intensional memiliki dua arti semantik dan ontologik, arti semantik intensional adalah sesuatu bahasa dan juga logikanya adapun arti secara ontologik adalah sesuatu ekstensional bila kesamaan identitas antara dua sesuatu dapat dinyatakan sebagi dua yang equivalen, dua yang identik.

Dalam bukunya Ideen I, Husserl menjadikan intensionalitas sebagai pusat kesadaran manusia. dalam buku lainnya, Logische Untersuchungen , Husserl mengatakan bahwa pengalaman dalam bentuk intuisi orang mungkin menemukan obyek aktual yang berkorespondensi dengan noema, tetapi mungkin juga tidak menemukan.

Pada intinya ada tiga tugas  yang harus dipikul oleh fenomenologi agama yaitu :
  1. Mencari hakikat ketuhanan
  2. Menjelaskan teori wahyu 
  3. Meneliti tingkah laku ke agamaan
Sedangkan bidang garap Fenomenologi adalah Pertama, menerangkan apa yang sudah diketahui yang terdapat dalam sejarah agama. Kedua, fenomenologi berusaha menyusun bagian pokok agama atau sifat alamiah agama. Ketiga, Fenomologi tidak mempersoalkan apakah gejala kegamaan itu benar, apakah bernilai, dan bagaimana dapat menjadi demikian, atau menentukan lebih besar atau kecilnya nilai keagamaan mereka. sekali pun ia berusaha untuk menentukan nilai keagamaannya, ini adalah nilai yang dimiliki oleh pemeluk-pemeluk agama itu sendiri, dan nilai semacam ini tidak pernah bersidat relatif, tetapi selalu absolut. oleh karena itu, titik berat yang dibicarakannya adalah bagaimana kelihatannya, dan dengan cara (bagaimana) ia menampakkan diri kepada kita.

Dengan melihat pada bidang garap sebagaimana diuraikan di atas, maka secara khusus dapat kita cermati bahwasannya yang menjadi obyek fenomenologi adalah :
  1. Menemukan Intisari 
  2. Menemukan struktur
  3. Mencari inner meaning
  4. Membuat klasifikasi, tipologi dan penyisteman fenomena
  5. Mencari motif dasar
  6. Mencari alur perkembangan gejala dari waktu ke waktu


Kamis, 15 Oktober 2015

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1437

1 MUHARRAM 1437 HIJRIYAH


Tanggal 1 muharram tahun ini jatuh pada tanggal 13 oktober 2015 hari rabu libur dan  di kelas saya KPI mengadakan kumpulan jam 8 pagi untuk membahas grebek suro, porseni santri, dan pelobian mata kuliah  dipercaya untuk menjadi crew dokumentasi dalam acara tersebut dan berpartisipasi dalam acara rutinan FUAD dengan hasil diskusi tersebut  kamis dan jumat libur : 
  • mata kuliah akhlaf tsawuf dilobi senin jam ke 3 lokal aula (UKM)
  • mata kuliah ushul fiqih dilobi sabtu jam ke 1 lokal kondisional 
  • mata kuliah BTQ libur, minggu depan pertemuan langsung dua materi)
  • mata kuliah pendidikan pancasila libur
  • mata kuliah bahasa indonesia di lobi selasa jam ke 2 lokal U2, menggantikan ilmu kalam untuk sementara
Dan saya sendiri tidak mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan membantu teman berfoto baju clothing sampingan usaha clothing online maupun menetap  dan ada  kegiatan lain hari kamis ini menemani adik di baptis kediri kontrol saja. hari sabtu besok sudah masuk dengan jadwal yang sudah diatur.

Semoga kerukunan antar sesama muslim dapat terjaga juga dengan semua makhluk ALLAH di atas bumi ini maupun di dalamnya.

  

D. STUDI ISLAM DI INDONESIA

D. STUDI ISLAM DI INDONESIA 

Catatan Kamarus zaman Bustamam-Ahmad :
  • Pertama, studi islam di Indonesia telah dimulai sejak islam datang pertama kali di Indonesia.
  • Kedua, pengaruh pemikiran islam modern di Indonesia berawal dari pembaru pemikiran Timur Tengah dan Asia Selatan.
  • Ketiga, corak pemikiran islam modern pada masa pasca Kemerdekaan agak tersendat sebagai akibat suasana politik bagian Indonesia kala itu yang tidak mendukung.
  • Keempat, perkembangan islam modern baru berkembang setelah Nurcholish Madjid dengan pidatonya pada 3januari 1970 memberi statemen tentang Islam Yes , Partai Islam No !!!. Inilah awal dari kancah pemikiran modern bangkit kembali dengan menggunakan istilah Neo-Modernisme.
  • Kelima, pada Masa Nurcholish Madjid banyak dipengaruhi metode berpikir barat yang menggunakan mrtodologi dalam mengkaji islam.

Menunjukkan bahwa studi Islam di Indonesia selalu dinamis, berkembang dan mengalami perubahan demi Kontekstualisasi dengan realitas yang ada.

Gejala baru dalam studi Islam yang penting untuk diperhatikan :
  • Pertama, pendekatan yang beragam memahami keislaman digabungkan pendekatan normatif dengan analisis sosio-historis
  • Kedua, Pengenalan terhadap berbagai pandangan dan argumentasi yang berkembang dalam tradisi Keislaman
  • Ketiga, IAIN (dan STAIN) telah memantapkan diri menjadi institusi akademik
  • Keempat,  sebagai centre of exellence bagi pendidikan dari penelitian islam di indonesia, tradisi baru IAIN perlu mengembangkan yang sering disebut sebagai local contest dan local content dari islam di indonesia.
Bagaimana formulasi studi islam kontemporer yang selaras dengan dinamika dan tuntutan zaman?
Menurut Zuhri, studi islam kontemporer berangkat dari dua narasi besar (grand naration):
  1. Studi  Islam tradisional, studi islam dikembangkan oleh kalangan nternal islam
  2. Studi Islam Non-tradisional , studi islam dikembangkan oleh kalangan intelektual dikalangan islam
Menurut Zuhri prospek masa depan studi islam sangat tergantung pada bagaimana proses dialektis antara  ide yang muncul dari realitas historis sosialnya dan ide ketika dibenturkan kepada realitas faktual sosialnya.

Menurut Zuhri , studi Islam harus berangkat, untuk, dan terpola oleh kekuatan sosial yang mengada. kekuatan sosial tidak berada dalam arti politik, tetapi berada dalam kekuatan sosial dalam arti kebudayaaan yang tersadarkan. sesungguhnya, pewacanaan islam, apapun bentuknya, baik yang fundamentalis, liberalis, tradisionalis, maupun modernis, berlomba-lomba dalam ide-ide mereka di tengah masyarakat yang aktif dan pasif.  keduanya secara bersamaan terbawa dalam proses penerimaan dan penolakan yang sama-sama jatuh pada kekuatan sistem yang dominan. 

Rabu, 14 Oktober 2015

C. STUDI ISLAM DI TIMUR

C. STUDI ISLAM DI TIMUR

Karakteristik studi islam dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor kebijakan politik, dinamika sosial  budaya, latar belakang pemegang kebijakan pendidikan, perkembangan ekonomi dan berbagai faktor lainnya.

Di universitas Teheran ini, studi islam dilakukan dalam satu fakultas disebut kulliyat illahiyat (fakultas agama).Di universitas Damaskus Syria, studi islam ditampung dalam kulliatu Al-Syariah (fakultas syariah). di dalamnya ada program studi Ushuluddin, Tasawuf, Tafsir.

Di Aligarch University India
  • Pertama, islam  sebagai doktrin dikaji dalam fakultas ushuluddin mempunyai dua jurusan: jurusan Madzhab Ali Sunnah dan Syiah.
  • kedua, islam sebagai sejarah dikaji pada Fakultas Humaniora berdiri sejajar dengan jurusan politik, sejarah dan lain-lain

Di Universitas Islam Internasional Malaysia, program studi islam Fakultas Ilmu Kewahyuan dan Ilmu Kemanusiaan dalam Fakultas ini juga ada jurusan-jurusan psikologi, sosiologi, filsafat, ilmu politik dan lain-lain.

Di Universitas Al-Azhar Mesir yang menjadi imam bagi IAIN dari segi Metodologi mendekati islam, paling kurang pada awal-awalnya studi Islam telah berubah bentuk pengorganisasiannya.

Melihat paparan ini dapat disimpulkan bahwasannya studi Islam di Timur Tengah, sebagaimana studi islam di barat dan berbagai negara lainnya, juga tidak seragam.

Jumat, 02 Oktober 2015

PEMBAHASAN

WAKTU PRESENTASI

akhirnya giliranku maju di depan kelas di kala itu pak dosen memanggil untuk para pria maju dan aku pun merasa pria disitulah aku maju membacakan hasil resume, mengenai Bab 2 Dinamika Perkembangan Studi Islam yang bagian sejarah awal studi islam setelah  membaca satu halaman buku dengan singkat padat dan jelas. dan beliau pun menjelaskan yang  sejarah studi islam dan aku mencatat dan aku garis bawahi materi yang tidak dimengerti. dan  setelah itu lanjut yang bagian studi islam di barat beberapa anak sudah maju untuk mempresentasikan dan belaiu pun menjelaskan tentang bab tersebut juga.

Hasil yang saya peroleh dari pembahasan kali ini, tentang Transliterasi, Bahasa dan Baca.
orang-orang eropa sampai abad 12 itu masih disebut orang-orang terbelakang, bila kita baca buku doktrin peradaban diceritakan bahwa samapi abad 14, orang barat itu masih menyebut bit ah dan dilarang dilakukan untuk sehari mandi 2x apalagi 3x yang tidak bit ah adalah mandi seminggu sekali.Dan eropa menjadi negara maju kenapa? karena dengan proses Transliterasi, Bahasa dan Baca.

Orang kalau bisa  menguasai bahasa biasanya akan banyak membaca,  seperti negara-negara singapura, korea, jepang yang sudah maju. individual yang pribadi  kita menjadi unggul dan memiliki kemampuan membaca. minimal menguasai satu bahasa asing ( bahasa international ) kalau kita bisa menguasai bacalah terlebih dahulu nggak mungkin, misal kita bisa bahasa inggris tanpa membaca.
kalau ingin maju menguasai Transliterasi, bahasa, dan baca.

Jepang kenapa jepang bisa melesat maju sekarang ini padahal pada tahun 1964 jepang itu masih terbelakang di mulai dari restorasi meiji, meiji itu kaisar jepang yang dulunya sebelum meiji jepang itu tidak boleh berinteraksi, pokoknya dijepang menjadi negara yang tertutup, jaman meiji itu dirombak buka jepang seluas-luasnya setiap buku yang membawa kemajuan jepang. Di jepang itu kalau naik kereta pilihannya ada 2 pertama membaca dan kedua tidur.
Apakah itu bisa kita lakukan? tentu saja bisa dalam buku yang berjudul buku ubah takdir baca dan nulis beliau adalah tamatan SMA, tetapi beliau mengalami perkembangan nasib yang luar biasa jadi seorang penulis dan pengarang terkenal karena yang membuat beliau berubah membaca dan menulis.

Orang yang pengen maju seperti kita, harus banyak baca, membaca itu tidak harus dilakukan berjam-jam terus-menerus, boleh saja kita mengambil point-point penting misal kita baca setengah halaman berhenti sejenak dilanjutkan nanti tidak apa-apa dan dampaknya merasa kalau kita berbicara dengan orang minimal kita mengerti.
Nanti di akhir perkuliahan menulis skripsi mencari referensi enak apalagi punya buku pengetahuan kita akan meningkat. maka sedikit demi sedikit harus baca memperkaya pengetahuan kita. kembali lagi kita harus menguasai Transliterasi, bahasa dan baca.

Kata pak Ngainun dulu beliau pernah sebelum nulis banyak,  punya catatan harian dan waktu itu belum ada komputer masih mesin ketik dan tulis tangan. kalau beliau  membaca buku hariannya akan tertawa walaupun itu sudah lama hehehehe.... wajar aja pak masa muda.

Kata para Sastrawan "Hal yang paling sedih dan mengecewakan di masa lalu kalau anda tulis akan jadi humor dimasa depan" 
Pluralistic approach contoh saja kita  melihat ada tetangga kita tidak sholat maka kita jangan langsung menganggap kafir, kalau langsung menyebut dia kafir itu namanya monolithic approach.
Pluralistic approach pendekatan yang diamati jadi misalnya tidak sholat mungkin karena:
  1. Dia belum bisa  sholat
  2. Dia dilingkungan yang tidak sholat
  3. Dia malas
Banyak sudut pandang sebelum kita mengambil kesimpulan itu namanya pluralistic approach
 
Pembahasan studi islam di barat adalah yang ingin dicapai Harun Nasution dalam pemahaman keagamaan diharapkan mampu mempengaruhi cara pandang dan untuk menghargai perbedaan. jadi kalau di masyarakat ada NU, Muhammadiyah, LDII, dan sebagainya itu jangan kemudian kita mudah menyalahkan orang lain kata pak harun. tapi bagaimana kita menghargai perbedaan itu namanya Pluralistic approach.
Belum tentu kita yang lebih baik, tapi kita harus meyakini bahwa apa yang kita anut itu adalah keyakinan, tapi jangan menyalahkan orang lain maksudnya seperti itu. kalau keyakinan kita, kita terlahir sebagai NU, terlahir sebagai Muhammadiyah, terlahir sebagai LDII dan saya pegang ini dengan kuat, tetapi tidak mudah menyalahkan orang lain makanya itu, namanya pluralistic approach.