DINAMIKA PERKEMBANGAN
STUDI ISLAM
A. SEJARAH AWAL STUDI ISLAM
Awal pertumbuhan islam pada massa hidup Nabi Muhammad SAW. praktek pada masa Nabi untuk memahami ajaran islam dalam bentuk khutbah, dalam bentuk dialog dan bentuk forum-forum diskusi tempat yang digunakan di masjid (halqah dan ribath).
Dicatat oleh Azra dari sisi kelembagaan, studi islam mengalami perkembangan di rumah-rumah para alim sistem khuttab, berkembang ke masjid-masjid dan berlanjut sistem madrasah.
Menurut Stanton, Khuttab menjadi dua yaitu Khuttab Sekuler diajarkan tata bahasa dan Khuttab Agama diajarkan khusus materi agama.
Aspek penting studi islam adalah perpustakaan dengan beberapa nama yaitu Dar (rumah), Bayt (rumah), dan Khizanah (gudang) digabungkan kata Al-'ilm (pengetahuan), Al-Hikmah (Kebijaksanaan), dan Ak-kutub (buku).
Berkembangnya Studi Islam di barat di tandai penyalinan manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad 13 masehi hingga bangkitnya zaman bangunan (Renaissance) pada abad ke-14.
Penyalinan naskah ini adalah terbukanya perkembangan cabang-cabang ilmiah di barat. menimbulkan perdebatan secara luas, penyalinan naskah terus berlanjut tanpa bisa dihentikan. Kajian ini Kontroversial memengaruhi terhadap kajian islam yaitu Orientalisme.
B. STUDI ISLAM DI BARAT
B. STUDI ISLAM DI BARAT
Hary
A. Peeze mahasiswa Indonesia pertama melakukan studi di barat. studi di
barat masa itu lebih dilatar belakangi oleh kepentingan politis
pemerintahan kolonial belanda dan orang indonesia, pertama kali
melakukan studi islam M. Rasjidi. tokoh penting lain adalah Harun Nasution menempuh pendidikan di Kairo dan di Kanada lebih tepatnya lagi di McGill.
Harun Nasution dengan pemikiran keislaman dikenal sarjana yang sangat konssisten menyuarakan pluralistic approach ( pendekatan beraneka ragam ). cara berpikir umat untuk menghargai perbedaan.
Harun sangat intens mengembangkan studi islam sebagai centre of exellence ( pusat keunggulan ). harun mengubah sistem kuliah menjadi diskusi, membiasakan budaya menulis ilmiah.
Kepergian Mukti Ali ke Kanada dilandasi oleh keinginannya mencari apa yang dia rasakan sebagai kelemahan dari studinya di pakistan yaitu lemahnya Metodologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar