Selasa, 24 November 2015

D. PENDEKATAN SOSIOLOGIS

D. PENDEKATAN SOSIOLOGIS

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dalam tata kehidupan bersama. pusat perhatiannya adalah kehidupan kelompok dan tingkah laku sosial. Asumsi dasar pendekatan sosiologi terhadap agama adalah bahwa gejala-gejala keagamaan dapat dimengerti dengan menganalisnya sebagai gejala sosial.

Teori sosiologis tentang watak agama serta kedudukan dalam dunia sosial, mendorong ditetapkannya di antara lain kategori sosiologis yaitu :
  1. Stratikasi sosial, seperti kelas dan etnisitas.
  2. Kategori biososial, seperti seks, gender, perkawinan, keluarga, masa kanak-kanak dan usia.
  3. Pola organisasi sosial meliputi politik, produksi, ekonomis, sistem-sistem pertukaran dan birorkrasi.
  4. Proses sosial, seperti formasi batas, relasi intergroup, interaksi personal, penyimpangan, dan globalisasi.
1. FUNGSIONALISME STRUKTURAL

Struktural memusatkan perhatian kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suatu sistem sosial dalam mempertahankan kehidupannya dan struktur-struktur tersebut sesuai dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Teori  fungsionalisme struktural dikembangkan pada abad 20 an oleh para sosiolog dan antropolog. sampai pada tahun 1960 an. seseorang ilmuwan dalam teori ini adalah Kingsley Davis. Davis mengatakan pengujian atas peran atau fungsi yang dijalankan oleh perilaku tertentu dalam masyarakat dapat dilakukan melalui analisis fungsional. Kerangka berpikir teori ini ialah melihat suatu masyarakat sebagai suatu sistem dinamis yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.

2. TINDAKAN

Menurut pandangan Mark Weber, sosiologi merupakan ilmu yang berusaha untuk menafsirkan dan memahami (interpretative Understanding)  terhadap tindakan sosial antar hubungan sosial untuk samapai kepada penjelasan kausal.
Weber mengemukakan lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologi terkaut dengan tindakan sosial, yaitu:
  1. Tindakan manusia, yang menurut si aktor mengandung makna yang subyektif yang meliputi tindakan yang nyata
  2. Tindakan yang nyata bersifat membantu yang sepenuhnya dan bersifat subjektif
  3. Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang dan tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam
  4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu
  5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu
3. TEORI KONFLIK

Umumnya terdiri dari negara-negara islam menjadi salah satu pendorong lahirnya teori konflik. adanya kemiskinan didunia ketiga sebagai akibat proses perkembangan kapitalis didunua barat. Kemiskinan yang dialami oleh sebagian besar umat manusia adalah "tumbal" kejayaan masyarakat kapitalis. Negara-negara berkembang sekarang ini dijadikan sapi perah bagi negara-negara barat yang kapitalis. oleh karena itu teori-teori ini disuarakan oleh Randall Collins, Dahren Dorf, maupun John Galtung menyebutkan bahwa negara-negara sedang berkembang ingin maju, maka harus mapu melepaskan dan memutuskan hubungan dengan negara-negara kapitalis.

Teori Konflik memiliki beberapa asumsi antara lain:
  1. Manusia sebagai mkhluk hidup memiliki sejumlah kepentingan yang paling dasar yang mereka inginkan dan mereka berusaha untuk mendapatkan kepentingan tersebut.
  2. Kekuasaan mendapatkan penekanan sebagai pusat hubungan sosial. Kekuasaan bukan hanya merupakan sesuatu yang langka, dan tidak terbagi secara merata, sehingga merupakan sumber konflik, tetapi juga pada hakekatnya kekuatan itu bersifat pemaksaan.
  3. Ideologi dan nilai-nilai dipandang sebagai sesuatu senjata yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang berbeda, dan mungkin bertentangan mengejar kepentingan mereka sendiri. ideologi dan nilai sama sekali bukan merupakan sarana untuk mencapai integrasi dan mengembangkan identitas suatu bangsa.


Menurut Tunner teori konflik berakar pada pemikiran karl marx dan pemikiran marx weber. karl marx mengajukan beberapa proposisi:
  1. Semakin distribusi pendapatan tidak merata, semakin besar konflik kepentingan antara kelompok atas dan kelompok bawah.
  2. Semakin sadar kelompok bawah akan kepentingan mereka bersama, semakin keras mereka mempertanyakan keabsahan sistem pembagian pendapatan yang ada.
  3. Semakin besar kesadaran akan interest kelompok mereka dan semakin keras pertanyaan mereka terhadap keabsahan sistem pembagian pendapatan, semakin besar kecenderungan mereka untuk kerja sama memunculkan konflik menghadapi kelompok yang menguasai sistem yang ada.
  4. Semakin kuat kesatuan ideologi anggota kelompok bawah dan semakin kuat struktur kepemimpinan politik mereka, semakin besar kecenderungan terjadinya polarisasi sistem yang ada.
  5. Semakin meluas polarisasi semakin keras konflik yang terjadi.
  6. Semakin keras konflik yang ada, semakin besar perubahan struktural yang terjadi pada sistem dan semakin luas proses perataan sumber-sumber ekonomis.
4. TEORI PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial dapat terjadi secara cepat ataupun lambat tergantung kepada situasi lingkungan maupun faktor-faktor lain yang saling berkaitan. Menurut Ravik Karsidi , perubahan sosial dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan manusia. ruang gerak perubahan itupun juga berlapis-lapis, dimulai dari kelompok terkecil atau mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga tingkat dunia.
Hal senada disampaikan Robert lauwer dia menyatakan bahwa perubahan sosial yang terkecil adalah individu, kemudian ditambah dengan interaksi, organisasi, institusi, komunitas, masyarakat, kebudayaan, peradaban dan pada tingkat dunia (global).
Perubahan sosial direncanakan ialah perubahan yang disengaja dan dipersiapkan dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan sasaran, merencanakan program kegiatan dan melaksanakan perubahan sosial tersebut. berdasarkan jangka waktu terjadinya perubahan sosial, ibrahim membedakan antara perubahan jangka pendek dan perubahan jangka panjang. berdasarkan tingkat terjadinya perubahan sosial dapat dibedakan pada tingkat mikro (individu), tingkat intermidiate (kelompok), dan tingkat makro (masyarakat).

Zaltman dan Duncan mengklisifikasikan perubahan sosial  menjadi 6 adalah:
  1. Berupa perubahan sosial yang terjadi pada individu yaitu perubahan sikap tingkah laku yang berlangsung dalam waktu singkat (jangka pendek).
  2. Perubahan yang berlangsung jangka panjang adalah memberikan latihan guna untuk merubah pola kehidupan sesuai dengan lingkungan tertentu
  3. Tingkat perubahan kelompok pada waktu singkat seperti perubahan norma serta cara bekerja sesuai dengan kedudukannya sebagi pemimpin
  4. \Perubahan dalam kelompok yang terjadi dalam waktu yang lama misalnya perubahan organisasi
  5. Perubahan ini terjadi secara mikro dalam bentuk singkat yaitu perubahan sesuai dengan kepentingan pendidikan seperti perubahan sesuai dengan kurikulum SMK atau SMU perubahan sosial diperlukan untuk mempengaruhi siswa atau warga belajar
  6. Perubahan sosial terjadi secara makro dalam waktu lama, yaitu perubahan kebudayaan antara warga yang satu dengan yang lain,

Jumat, 20 November 2015

PEMBAHASAN

Ada tiga unsur yaitu ;

1. Penulis (mau baca buku harus cek penulisnya)
2. Isi Teks (apa isinya)
3. Pembaca (dari siapa anda)

Ketika satu buku dibaca dan kalian membaca kira-kira hasilnya sama atau tidak ?Tidak sama, kenapa ? "karena penulisnya sama isinya sama tapi pembacanya beda. maka sangat mungkin kita tidak paham dengan penulisnya. dari ketiga itu menghasilkan pemahaman proses ketiga ini disebut Interpretasi.

Maka, sangat mungkin kita tidak paham dengan penulisnya kalau kita membaca harus memahami tidak jarang interpretasi tafsir itu gagal karena kita tidak paham dengan isi kita baca. kemudian hasilnya tergantung pada kita sering baca atau tidak? kalau tidak pernah baca buku kita tidak bisa atau yang suka komunikasi ketika kita misalnya latar pendidikan menentukan letak interpretasi. apa yang kita baca sesuai latar belakang si pembaca misal anak-anak FA menyukai buku filsafat itu biasa. yang luar biasa anak-anak FA menyukai buku pelajaran bahasa inggris tentu itu sangat menghasilkan berbeda dari yang lain.

Hermeneutik berasal dari kata yunani hermeneuien yang berarti mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, bertindak sebagai penafsir. misalnya kita membaca satu paragraf lalu kita tutup lalu 
anda berkata "oh yang dimaksud seperti itu seperti ini". la itu sebenarnya anda sudah melakukan hermeneutik.
Ada tokoh  yaitu Hermes bertugas untuk menafsirkan kehendak dewa dengan bantuan kata-kata manusia agar manusia memahami kehendak dewa, sebab bahasa dewa tidak dapat dipahami manusia. ada spekulasi tentang siapa hermes sesungguhnya. Seyyed Hossein Nasr menyatakan bahwa dalam tradisi is tidak lain dari Nabi Idris, nabi idris itu profesinya adalah pemintal kain hermeneutik sebenarnya adalah memintal kata demi kata sampai jadi sebuah makna. 

Teks merupakan simbol mengandung makna tulisan itu mengandung makna kalau kita membaca buku kita dapat menemukan maknanya tersendiri.
"Hidup kita sebenarnya setiap hari mengejar simbol"
Ada 10 angka dan ada 28 huruf misalnya saja "saya berkerja setiap hari 5 hari dalam seminggu "
Simbol itu akan punya makna bagi orang yang memahami. kalau tidak paham simbol itu tidak ada artinya. simbol memiliki makna karena itu hermeneutik teks itu mengandung makna. misalnya saja:
"Buat anda uang itu tidak ada artinya jika berupa gambar tapi uang itu baru ada artinya jika anda pegang"

saya berpergian dengan tenang kalau di dalam dompet saya ada banyak simbol-simbol iya yang dimaksud adalah uang sekian dari saya terimakasih.

Selasa, 10 November 2015

C. PENDEKATAN HERMENEUTIK

Kata hermeuneutik berasal dari kata kerja Yunani hermeneuien yang berarti mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, bertindak sebagai penafsir. munculnya hermeuneutik bertujuan untuk menunjukkan ajaran tentang-tentang aturan-aturan yang harus diikuti dalam menafsirkan sebuah teks dari masa lampau, khususnya teks kitab suci dan teks klasik (Yunan dan Romawi).
Hans George Gadamer meringkas teori hermeneuitik secara filosofis dalam tiga aktivitas eksistensi manusia: subtilitas intellegendi yang berarti memahami (understanding), subtilitas explicandi yang berarti menjelaskan atau menguraikan makna tersirat menjadi makna tersurat, subtilitas applicandi yang berarti menerapkan atau mengaitkan makna suatu teks dengan situasi baru dan kini. 

Hermeneutik minimal mempunyai tiga pengertian. Pertama, sebagai peralihan dari suatu yang relatif abstrak, misalnya ide pemikiran ke dalam bentuk ungkapan-ungkapan yang konkret  misalnya dalam bentuk bahasa. Kedua, terdapat usaha mengalihkan dari suatu bahasa asing yang maknanya gelap tidak diketahui ke dalam bahsa lain yang bisa dimengerti oleh si pembaca. Ketiga, seseorang seang memindahkan suatu ungkapan pikiran yang kurang jelas diubah menjadi bentuk ungkapan yang lebih jelas.
Menurut Sumaryono, dengan mengutip pendapat Emilio Betti, tugas orang yang melakukan interpretasi adalah menjernihkan persoalan mengerti, yaitu dengan cara menyelidiki stiap detail proses interpretasi. Orang yang melakukan interpretasi harus mengenal pesan atau kecondongan sebuah teks, lalu ia harus meresapi isi teks sehingga yang pada mulanya yang lain kini menjadi 'aku' penafsir itu sendiri.

Kita mengungkapkan diri kita sendiri melalui bahasa sehari-hari. Tetapi seringkali kita juga dapat meragukan sendiri apakah pengalaman-pengalaman mental atau pikiran yang adada dibalik bahsa benar-benar sudah meyakinkan. Teks atau naskah kitab suci atau dokumen-dokumen lain yang ditulis berdasarkan ilham ilahi, sejarah,hukum, ataupun kesustraan yang seakan-akan dalam keadaan diatas juga menggunakan bahasa sehari-hari. Teks menjadi komunikatif bila  tiga variabel ini diperhatikan, yaitu the world of teksthe world of author, dan the world of reader.

Dalam konteks studi islam, hermeneutik biasanya dipahami sebagai sebentuk ilmu tafsir yang mendalam dan bercorak filosofis, sementara apabila menyinggung mengenai tafsir, orang pasti akan teringat kepada salah satu variabel dalam agama, yaitu kitab suci. dijelaskan Farid Essack, praktek hermeneutik sebenarnya telah dilakukan oleh umat islam sejak lama, khususnya ketika menghadapi al-Quran. Buktinya adalah Pertama, problema hermeneutik itu senantiasa dialami dan dikaji, meski tidak ditampilkan secara definitif. Kedua, perbedaan antara komentar-komentar yang aktual terhadap al-Quran (tafsir) dengan aturan,teori, atau metode penafsiran telah sejak mulai munculnya literatur-literatur tafsir. Ketiga, tafsir tradisional itu selalu di masukkan kategori-kategori, misalnya tafsir syi'ah, tafsir mu'tazilah, tafsir hukum, tafsir filsafat, dan lain sebagainya.
Contoh pendekatan hermeneutik dalam studi islam adalah analisis operasional hermeneutik dalam Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka yang dilakukan oleh fakhruddin Faiz. Paul Riceour menyatakan bahwa hermeneutika bertujuan menghilangkan misteri yang terdapat dalam sebuah simbol. Hermeneutika membuka makna yang sesungguhnya sehingga dapat mengurangi keanekaan makna dari simbol-simbol. Seorang penelaah, sebelum memahami secara detail suatu teks bahasa  sangat membutuhkan suatu general survey. Dengan general survei bahwa satu kalimat sangat terkait dengan kalimat lain dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan tujuan dari penulis atau pengarangnya. 

Walaupun pendekatan ini tidak diterima oleh seluruh kalangan islamsebab ada melarang, bahkan mengharamkan penggunaan hermeneutik, tetapi jika dilakukan analisis secara cermat, ada banyak kontribusi positif yang dapat dikembangkan dalam mengkaji, mengembangkan, dan menggali khazanah islam dengan pendekatan ini.