Selasa, 10 November 2015

C. PENDEKATAN HERMENEUTIK

Kata hermeuneutik berasal dari kata kerja Yunani hermeneuien yang berarti mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, bertindak sebagai penafsir. munculnya hermeuneutik bertujuan untuk menunjukkan ajaran tentang-tentang aturan-aturan yang harus diikuti dalam menafsirkan sebuah teks dari masa lampau, khususnya teks kitab suci dan teks klasik (Yunan dan Romawi).
Hans George Gadamer meringkas teori hermeneuitik secara filosofis dalam tiga aktivitas eksistensi manusia: subtilitas intellegendi yang berarti memahami (understanding), subtilitas explicandi yang berarti menjelaskan atau menguraikan makna tersirat menjadi makna tersurat, subtilitas applicandi yang berarti menerapkan atau mengaitkan makna suatu teks dengan situasi baru dan kini. 

Hermeneutik minimal mempunyai tiga pengertian. Pertama, sebagai peralihan dari suatu yang relatif abstrak, misalnya ide pemikiran ke dalam bentuk ungkapan-ungkapan yang konkret  misalnya dalam bentuk bahasa. Kedua, terdapat usaha mengalihkan dari suatu bahasa asing yang maknanya gelap tidak diketahui ke dalam bahsa lain yang bisa dimengerti oleh si pembaca. Ketiga, seseorang seang memindahkan suatu ungkapan pikiran yang kurang jelas diubah menjadi bentuk ungkapan yang lebih jelas.
Menurut Sumaryono, dengan mengutip pendapat Emilio Betti, tugas orang yang melakukan interpretasi adalah menjernihkan persoalan mengerti, yaitu dengan cara menyelidiki stiap detail proses interpretasi. Orang yang melakukan interpretasi harus mengenal pesan atau kecondongan sebuah teks, lalu ia harus meresapi isi teks sehingga yang pada mulanya yang lain kini menjadi 'aku' penafsir itu sendiri.

Kita mengungkapkan diri kita sendiri melalui bahasa sehari-hari. Tetapi seringkali kita juga dapat meragukan sendiri apakah pengalaman-pengalaman mental atau pikiran yang adada dibalik bahsa benar-benar sudah meyakinkan. Teks atau naskah kitab suci atau dokumen-dokumen lain yang ditulis berdasarkan ilham ilahi, sejarah,hukum, ataupun kesustraan yang seakan-akan dalam keadaan diatas juga menggunakan bahasa sehari-hari. Teks menjadi komunikatif bila  tiga variabel ini diperhatikan, yaitu the world of teksthe world of author, dan the world of reader.

Dalam konteks studi islam, hermeneutik biasanya dipahami sebagai sebentuk ilmu tafsir yang mendalam dan bercorak filosofis, sementara apabila menyinggung mengenai tafsir, orang pasti akan teringat kepada salah satu variabel dalam agama, yaitu kitab suci. dijelaskan Farid Essack, praktek hermeneutik sebenarnya telah dilakukan oleh umat islam sejak lama, khususnya ketika menghadapi al-Quran. Buktinya adalah Pertama, problema hermeneutik itu senantiasa dialami dan dikaji, meski tidak ditampilkan secara definitif. Kedua, perbedaan antara komentar-komentar yang aktual terhadap al-Quran (tafsir) dengan aturan,teori, atau metode penafsiran telah sejak mulai munculnya literatur-literatur tafsir. Ketiga, tafsir tradisional itu selalu di masukkan kategori-kategori, misalnya tafsir syi'ah, tafsir mu'tazilah, tafsir hukum, tafsir filsafat, dan lain sebagainya.
Contoh pendekatan hermeneutik dalam studi islam adalah analisis operasional hermeneutik dalam Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka yang dilakukan oleh fakhruddin Faiz. Paul Riceour menyatakan bahwa hermeneutika bertujuan menghilangkan misteri yang terdapat dalam sebuah simbol. Hermeneutika membuka makna yang sesungguhnya sehingga dapat mengurangi keanekaan makna dari simbol-simbol. Seorang penelaah, sebelum memahami secara detail suatu teks bahasa  sangat membutuhkan suatu general survey. Dengan general survei bahwa satu kalimat sangat terkait dengan kalimat lain dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan tujuan dari penulis atau pengarangnya. 

Walaupun pendekatan ini tidak diterima oleh seluruh kalangan islamsebab ada melarang, bahkan mengharamkan penggunaan hermeneutik, tetapi jika dilakukan analisis secara cermat, ada banyak kontribusi positif yang dapat dikembangkan dalam mengkaji, mengembangkan, dan menggali khazanah islam dengan pendekatan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar