WAKTU PRESENTASI
akhirnya giliranku maju di depan kelas di kala itu pak dosen memanggil untuk para pria maju dan aku pun merasa pria disitulah aku maju membacakan hasil resume, mengenai Bab 2 Dinamika Perkembangan Studi Islam yang bagian sejarah awal studi islam setelah membaca satu halaman buku dengan singkat padat dan jelas. dan beliau pun menjelaskan yang sejarah studi islam dan aku mencatat dan aku garis bawahi materi yang tidak dimengerti. dan setelah itu lanjut yang bagian studi islam di barat beberapa anak sudah maju untuk mempresentasikan dan belaiu pun menjelaskan tentang bab tersebut juga.
Hasil yang saya peroleh dari pembahasan kali ini, tentang Transliterasi, Bahasa dan Baca.
orang-orang eropa sampai abad 12 itu masih disebut orang-orang terbelakang, bila kita baca buku doktrin peradaban diceritakan bahwa samapi abad 14, orang barat itu masih menyebut bit ah dan dilarang dilakukan untuk sehari mandi 2x apalagi 3x yang tidak bit ah adalah mandi seminggu sekali.Dan eropa menjadi negara maju kenapa? karena dengan proses Transliterasi, Bahasa dan Baca.
Orang kalau bisa menguasai bahasa biasanya akan banyak membaca, seperti negara-negara singapura, korea, jepang yang sudah maju. individual yang pribadi kita menjadi unggul dan memiliki kemampuan membaca. minimal menguasai satu bahasa asing ( bahasa international ) kalau kita bisa menguasai bacalah terlebih dahulu nggak mungkin, misal kita bisa bahasa inggris tanpa membaca.
kalau ingin maju menguasai Transliterasi, bahasa, dan baca.
Jepang kenapa jepang bisa melesat maju sekarang ini padahal pada tahun 1964 jepang itu masih terbelakang di mulai dari restorasi meiji, meiji itu kaisar jepang yang dulunya sebelum meiji jepang itu tidak boleh berinteraksi, pokoknya dijepang menjadi negara yang tertutup, jaman meiji itu dirombak buka jepang seluas-luasnya setiap buku yang membawa kemajuan jepang. Di jepang itu kalau naik kereta pilihannya ada 2 pertama membaca dan kedua tidur.
Apakah itu bisa kita lakukan? tentu saja bisa dalam buku yang berjudul buku ubah takdir baca dan nulis beliau adalah tamatan SMA, tetapi beliau mengalami perkembangan nasib yang luar biasa jadi seorang penulis dan pengarang terkenal karena yang membuat beliau berubah membaca dan menulis.
Orang yang pengen maju seperti kita, harus banyak baca, membaca itu tidak harus dilakukan berjam-jam terus-menerus, boleh saja kita mengambil point-point penting misal kita baca setengah halaman berhenti sejenak dilanjutkan nanti tidak apa-apa dan dampaknya merasa kalau kita berbicara dengan orang minimal kita mengerti.
Nanti di akhir perkuliahan menulis skripsi mencari referensi enak apalagi punya buku pengetahuan kita akan meningkat. maka sedikit demi sedikit harus baca memperkaya pengetahuan kita. kembali lagi kita harus menguasai Transliterasi, bahasa dan baca.
Kata pak Ngainun dulu beliau pernah sebelum nulis banyak, punya catatan harian dan waktu itu belum ada komputer masih mesin ketik dan tulis tangan. kalau beliau membaca buku hariannya akan tertawa walaupun itu sudah lama hehehehe.... wajar aja pak masa muda.
Pluralistic approach pendekatan yang diamati jadi misalnya tidak sholat mungkin karena:
Jepang kenapa jepang bisa melesat maju sekarang ini padahal pada tahun 1964 jepang itu masih terbelakang di mulai dari restorasi meiji, meiji itu kaisar jepang yang dulunya sebelum meiji jepang itu tidak boleh berinteraksi, pokoknya dijepang menjadi negara yang tertutup, jaman meiji itu dirombak buka jepang seluas-luasnya setiap buku yang membawa kemajuan jepang. Di jepang itu kalau naik kereta pilihannya ada 2 pertama membaca dan kedua tidur.
Apakah itu bisa kita lakukan? tentu saja bisa dalam buku yang berjudul buku ubah takdir baca dan nulis beliau adalah tamatan SMA, tetapi beliau mengalami perkembangan nasib yang luar biasa jadi seorang penulis dan pengarang terkenal karena yang membuat beliau berubah membaca dan menulis.
Orang yang pengen maju seperti kita, harus banyak baca, membaca itu tidak harus dilakukan berjam-jam terus-menerus, boleh saja kita mengambil point-point penting misal kita baca setengah halaman berhenti sejenak dilanjutkan nanti tidak apa-apa dan dampaknya merasa kalau kita berbicara dengan orang minimal kita mengerti.
Nanti di akhir perkuliahan menulis skripsi mencari referensi enak apalagi punya buku pengetahuan kita akan meningkat. maka sedikit demi sedikit harus baca memperkaya pengetahuan kita. kembali lagi kita harus menguasai Transliterasi, bahasa dan baca.
Kata pak Ngainun dulu beliau pernah sebelum nulis banyak, punya catatan harian dan waktu itu belum ada komputer masih mesin ketik dan tulis tangan. kalau beliau membaca buku hariannya akan tertawa walaupun itu sudah lama hehehehe.... wajar aja pak masa muda.
Kata para Sastrawan "Hal yang paling sedih dan mengecewakan di masa lalu kalau anda tulis akan jadi humor dimasa depan"Pluralistic approach contoh saja kita melihat ada tetangga kita tidak sholat maka kita jangan langsung menganggap kafir, kalau langsung menyebut dia kafir itu namanya monolithic approach.
Pluralistic approach pendekatan yang diamati jadi misalnya tidak sholat mungkin karena:
- Dia belum bisa sholat
- Dia dilingkungan yang tidak sholat
- Dia malas
Pembahasan studi islam di barat adalah yang ingin dicapai Harun Nasution dalam pemahaman keagamaan diharapkan mampu mempengaruhi cara pandang dan untuk menghargai perbedaan. jadi kalau di masyarakat ada NU, Muhammadiyah, LDII, dan sebagainya itu jangan kemudian kita mudah menyalahkan orang lain kata pak harun. tapi bagaimana kita menghargai perbedaan itu namanya Pluralistic approach.
Belum tentu kita yang lebih baik, tapi kita harus meyakini bahwa apa yang kita anut itu adalah keyakinan, tapi jangan menyalahkan orang lain maksudnya seperti itu. kalau keyakinan kita, kita terlahir sebagai NU, terlahir sebagai Muhammadiyah, terlahir sebagai LDII dan saya pegang ini dengan kuat, tetapi tidak mudah menyalahkan orang lain makanya itu, namanya pluralistic approach.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar