Rabu, 06 April 2016

PUISI



Kalimat yang tlah pergi

Ingatkah teman saat awal bertemu kita tak saling kenal ?
Kau mengulurkan tangan kanan untuk saling menyapa..
Awal yang sangat terkesan bisa mengenal satu sama lain
Di tempat yang sama, jam yang sama kita memulai hari – hari..
Penuh canda , duka dan bahagia selayaknya masih anak kecil yang bahagia..
Ceritakan hari dan waktu tiada habisnya teman, karena bersamamu kita bisa..
Bermain kesana kemari menggugah jiwa muda yang aktif dengan pengalamannya..
Berbagai Kisah pahit dan manis pernah kita rasakan untuk pagi besok
Selayaknya kopi yang kita minum dengan kebersamaan secangkir kopi..
Itu sudah cukup untuk hari ini, menggantungkan  mimpi setiap pembicaraan ini..
Menatap masa depan dan memikirkan masa yang akan datang..
Saling menasehati dan saling menegur  kau adalah sahabat..
Aku memilih satu jawaban kau memberikan dua pilihan..
Aku dengan masalahku kau memberikan obat yaitu saran..
Bukan keluargaku , tapi kau saudaraku berdarah untuk bersama-sama..
Berjuang bersam , matahari adalah saksi selalu menyinari semangat kita..
Langit yang mendung menangis karena pertengkaran persahabatan ini..
Itu semua dan semua hilang terbawa angin ...
Waktu tidak memperpanjang kita untuk bersama, tidak bisa lagi....
Tidak bisa lagi..
Coretan pena itu tidak bisa hilang di benak kita..
Meskipun waktu yang menentukan , kalimat itu tlah pergi sahabat.....
Kita sudah punya masa katamu ... tidak berjuang bersama lagi..
Berjuanglah sahaabat , dan aku terus berjuang mewujudkannya..
Karena masa depan ditangan kita sendiri sendiri...
Nanti saat reuni menanti kau tetap sahabat dengan kalimatmu..


By: Yoga Dany Damara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar