Selasa, 12 April 2016

PUISI



Wanita kedua mata

Sering  kau menunduk saat aku bertemu di persimpangan jalan..
Mata yang selalu melihat kebawah saat itu senyuman pun tak ada..
Aku tidak menggodamu dan aku hanya melihatmu sejenak disaat kau beranjak pergi..
Hei wanita berkerudung aku kagum padamu..


Seruan hati
Ibu dengarlah,
Ibu pecayalah,
Ibu izinkanlah,
Ibu aku ingin membahagiakamu,
Ibu dengan proses ini semoga bisa terjuwujud dalam surgamu..



Kipas angin  
Berputar - putar tak seperti roda yang berjalan..
Berputar di tempatnya, membisikkan angin segeralah pulang..
Membawa debu penuh iba yang kau hirup..
Perlahan terasa sesak dan kini penggerak kipas telah rusak..
Karena angin hanyalah harapan tidak ada yang menggerakkan..

By: Yoga Dany Damara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar